Ziarah Makam Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari, Wisata Religi Kalimantan Selatan

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0. Donasi Sekarang
 
Ziarah Makam Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari, Wisata Religi Kalimantan Selatan
Sumber Gambar: Makam Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari/Wikipedia

Laduni.ID, Jakarta – Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari lahir sekitar tahun 1148 H/1735 M di Martapura (Kota Banjar), Kalimantan Selatan. Beliau berasal dari keluarga bangsawan, nasabnya bersambung hingga Sultan Suriansyah (1527-1545 M), sultan Banjar pertama yang memeluk agama Islam dan diberi gelar Pangeran Samudera.

Tidak ada catatan tahun kapan Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari memulai Pendidikan, namun ketika menimba ilmu di tanah suci, kemungkinan besar beliau bersamaan dengan masa belajar Syekh Abdussamad al-Falimbani dan Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, serta teman-teman yang lain.

Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari bersama Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari merupakan tokoh penting dalam penyebaran Islam di Kalimantan Selatan. Karena tingginya ilmu yang dimiliki dan kegigihannya dalam berdakwah, Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari diberi gelar oleh masyarakat Sumatera sebagai ‘Maulana al-'Allamah al-Fahhamah al-Mursyid Ilaa Thariq al-Salamah as-Syekh Muhammad Nafis Ibn Idris Ibn Husein al-Banjari (Tuan Guru yang sangat 'alim yang menunjukkan kejalan keselamatan Syekh Muhammad Nafis bin Idris bin Husein al-Banjari). 

Selama hidupnya Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari telah menulis beberapa kitab, namun saat ini kitab yang ditulis oleh beliau baru terlacak sebanyak dua kitab. Kitab tersebut adalah kitab Kanzus Sa’adah dan kitab ad-Durrun Nafis. Kitab Kanzus Sa’adah berisi tentang istilah-istilah dalam ilmu tasawuf, sedangkan kitab ad-Durrun Nafis berisi tentang pengesaan perbuatan, nama, sifat, dan dzat Allah SWT.

Lokasi Makam

Tidak ada catatan pasti kapan beliau wafat, namun dikarenakan masa hidup yang sezaman dengan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari diperkirakan wafat pada 1812 M. Beliau dimakamkan di Mahar Kuning, Desa Binturu, sekarang menjadi bagian desa dari Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Dibutuhkan 30 menit perjalanan dengan jarak 27 kilometer dari pusat Kota Tanjung, ibukota Kabupaten Tabalong. Akses jalan menuju makam cukup lancar, mobil dan bus juga dapat melalui jalur tersebut.

Pernah suatu ketika terjadi kotroversi tentang letak makam Syekh Muhammad Nafis AL-Banjari, apakah berada di dalam kubah atau di luar kubah. Dilansir dari Ramadan.apahabar.com (18/04/2021), Muhammad Guntur, juru kunci makam Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari mengatakan bahwa makam Syekh Nafis Al-Banjari berada di dalam kubah.

Hal tersebut diperkuat juga dengan pembuktian yang dilakukan oleh Guru Ahmad Sanusi (Guru Jaro), saat itu di suatu malam di tahun 2000-an Guru Jaro bersama dengan lima orang lainnya melakukan pembuktian dengan membaca tawasul dan berdzikir sambal berpegangan tangan.

“Kata Guru Jaro, ‘Rasakan, jika terasa dingin itu artinya makam ini benar makam Datu Nafis, tapi sebaliknya jika panas berarti bukan beliau.’ Setelah ditanya satu persatu, saat itu semua yang ikut bertawasul merasakan dingin, sehingga kami yakin di dalam kubah inilah makam Syekh Muhammad Nafis,” kata Guntur.

Sumber foto: Wikipedia, Banjarmasinpost.co.id


Editor: Daniel Simatupang