03 Jan 2022 · 3.320 dibaca · Kolom
Laduni.ID, Jakarta – Sebuah puisi karya KH. Husein Muhammad ini sangat fenomenal, puisi ini ditujukan kepada mantan Presiden RI ke-4 sekaligus mantan Ketua Umum PBNU, KH. Abdurrahman Wahid. Puisi ini dibacakan Buya Husein saat Haul ke-5 Gus Dur pada Desember 2014, berikut puisinya:
فِى يَومِ وَفَاةِ Gus Dur قُلْتُ لَهُمْ:
كَيْفَ لَا يَطِيرُ البُلْبُلْ
وَيُمَزِّقُ اَلْفَ حِجَابٍ
عِنْدَمَا نَادَاهُ الْحَبِيْبُ: إِرْجِعِى
Pada hari Gus Dur wafat, aku katakan kepada mereka:
Mana mungkin Bulbul tak terbang pulang,
Merobek seribu tirai penghalang,
Ketika diseru sang Kekasih: “Irji’I,”
Pulanglah ke dalam pelukan-Ku.
يَا مَنْ أَنْتَ فِى سَاعَةِ الْاَلَمِ رَاحَةٌ فِى نَفْسِى
يَا مَنْ أَنْتَ فِى مَرَارَةِ الْفَقْرِ كَنْزٌ لِرُوحِى
يَا مَنْ أَنْتَ فِى ظُلْمَةِ الْجَهْلِ نُورٌ فِى عَقْلِى
Duhai dikau, yang ketika aku dirundung duka-nestapa,
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+