Tentang Iman dan Tingkatannya

 
Tentang Iman dan Tingkatannya
Sumber Gambar: Freepik, Ilustrasi: laduni.ID

Laduni.ID, Jakarta - Iman adalah membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan. Penjelasan definisi Iman “membenarkan dengan hati” maksudnya adalah menerima segala apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

Lalu “mengikrarkan dengan lisan” maksudnya adalah mengucapkan dua kalimat syahadat, yakni “Asyhadu an Laa Ilaha illallahu wa Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah” (Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang hak disembah kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah).

Sedangkan, “mengamalkan dengan anggota badan” maksudnya adalah hati mengamalkan dalam bentuk keyakinan, sedang anggota badan mengamalkannya dalam bentuk ibadah-ibadah sesuai dengan fungsinya.

Dalam Kitab Ihya' Ulumuddin Imam Ghazali membagi iman manusia menjadi tiga bagian:

1. Iman Taqlidi

Yaitu imannya kebanyakan orang yang tidak berilmu. Mereka beriman karena taklid semata. Sebagai perumpamaan iman tingkat pertama ini, kalau kita diberi tahu oleh orang yang sudah teruji kebenarannya dan kita mengenal dia belum pernah berdusta serta kita tidak merasa ragu atas ucapannya, maka hati kita akan puas dan tenang dengan berita orang tadi dengan semata-mata hanya mendengar saja.

Ini adalah perumpamaan imannya orang-orang awam yang taklid. Mereka beriman setelah mendengar dari ibu bapak dan guru-guru mereka tentang adanya Allah dan Rasul-Nya dan kebenaran para rasul itu beserta apa-apa yang dibawanya.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN