08 Jan 2022 · 17.578 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Waktu saya masih nyantri di pondok Bata-Bata Pamekasan, Madura, saat kegiatan musyawarah bersama atau Bahtsul Masail (BM) sering kali bahkan hampir semuanya para musyawirin (peserta musyawarah) menggunakan kata "kami" daripada "saya" ketika menyampaikan pendapatnya, kecuali saya sendiri.
Hal itu sudah lumrah sekali terucap dan menjadi pertanyaan bagi saya. Kenapa mengucapkan "kami" kenapa bukan "saya"? Padahal yang berbicara sendiri-sendiri. Berikut pendapat tiga ulama terkait masalah ini:
1. Menurut guru saya di pesantren, Al-Maghfurlah, R.KH. Thohir Zain, waktu itu kami musyawarah di ndalem beliau (musholla) dan di pantau langsung. Beliau tidak setuju dengan pengucapan kata "kami". Beliau menegur kami dan menyarankan agar mengucapkan kata "saya" karena yang bicara hanya satu orang bukan banyak orang.
2. Menurut Prof. Dr. M. Quraish Shihab, lebih baik menggunakan kata "kami", karena ilmu yang kita dapat itu dari guru-guru kita. Jadi mengu
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+