Tentang Adab Memilih Bahasa dalam Menyampaikan Ilmu
Laduni.ID, Jakarta - Waktu saya masih nyantri di pondok Bata-Bata Pamekasan, Madura, saat kegiatan musyawarah bersama atau Bahtsul Masail (BM) sering kali bahkan hampir semuanya para musyawirin (peserta musyawarah) menggunakan kata "kami" daripada "saya" ketika menyampaikan pendapatnya, kecuali saya sendiri.
Hal itu sudah lumrah sekali terucap dan menjadi pertanyaan bagi saya. Kenapa mengucapkan "kami" kenapa bukan "saya"? Padahal yang berbicara sendiri-sendiri. Berikut pendapat tiga ulama terkait masalah ini:
1. Menurut guru saya di pesantren, Al-Maghfurlah, R.KH. Thohir Zain, waktu itu kami musyawarah di ndalem beliau (musholla) dan di pantau langsung. Beliau tidak setuju dengan pengucapan kata "kami". Beliau menegur kami dan menyarankan agar mengucapkan kata "saya" karena yang bicara hanya satu orang bukan banyak orang.
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp949.000
Rp128.609
Rp398.000
Rp140.000
Memuat Komentar ...