16 Jun 2022 · 5.197 dibaca · Tata cara Qurban
Laduni.ID, Jakarta - Salah satu rukun yang menjadikan qurban bisa diterima adalah niat. Niat merupakan inti ibadah. Niat dimaksudkan agar dapat dibedakan antara qurban sunnah dan qurban wajib, karena keduanya memiliki kedudukan dan konsekuensi hukum yang berbeda.
Penjelasan ini bisa dilihat di dalam kitab I'anatut Thalibin, juz 2 halaman 376. Berikut keterangan teksnya:
أَيْ يُشْتَرَطُ فِيْهَا النِّيَّةُ عِنْدَ الذَّبْحِ أَوْ قَبْلَهُ عِنْدَ التَّعْيِيْنِ لِمَا يُضَحِّي بِهِ. وَمَعْلُوْمٌ أَنَّهَا بِالْقَلْبِ، وَتُسَنُّ بِاللِّسَانِ، فَيَقُوْلُ: نَوَيْتُ الْأُضْحِيَّةَ الْمَسْنُوْنَةَ، أَوْ أَدَاءَ سُنَّةِ التََّضْحِيَّةِ. فَإِنْ اِقْتَصَرَ عَلَى نَحْوِ الْأُضْحِيَّةِ صَارَتْ وَاجِبَةً يَحْرُمُ الْأَكْلُ مِنْهَا.
"Disyaratkan niat ketika menyembelih, atau sebelumnya, yakni ketika menentukan hewan yang akan dijadikan qurban. Sudah maklum bahwa tempatnya niat adalah hati, dan disunnahkan juga dila
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+