Gus Nadir: Kembali ke Titik Nol (bagian 1)

Ingat film Kungfu Panda? PO (pemeran utama dalam film tersebut) tidak disangka-sangka ditahbiskan sebagai the Dragon Warrior oleh Grand Master Oogway. Po tidak punya background kungfu sama sekali. Bagi yang lain penunjukkan ini sebuah kesalahan. Bagi sang Grand Master, penunjukkan ini kehendak langit dan akan ada rahasia tersendiri di kemudian hari.

Gus Nadir: Problem Kita Saat ini Bukanlah Soal Teks Keagamaan, tapi Soal Kemanusiaan

Habib Ali al-Jufri menulis buku berjudul "al-Insaniyyah qabla at-tadayyun" atau "Kemanusiaan mendahului sikap religius". Perlu digarisbawahi bahwa beliau menyebut al-insaniyyah qobla at-tadayyun, bukan qobla ad-din. Jadi yang dimaksud adalah bukan kemanusiaan mendahului agama, tetapi sikap religius. Sebab bagi beliau agama itu nomor satu.

Gus Nadir: Kita Belajar Memaknai Iman Sebagai Sebuah Tantangan

Kita adalah manusia biasa yang penuh dengan kelemahan. Dalam kelemahan itulah kita masih beriman kepada Allah. Dalam ketidakhebatan kita itulah kita selalu berusaha mendekati Allah.

Gus Nadir: Allah Tidak Pernah Meninggalkan Kita

Musibah Pandemi yang melanda dunia, dan Indonesia saat ini atas pengetahuanNya. Kita bisa menghadapinya dengan keresahan, Allah pasti tahu. Kita menjalaninya dengan kepedihan dan penolakan, Allah pasti tahu.

Gus Nadir: Jadikanlah Sabar Sebagai Penolongmu

Orang tua itu dikejar-kejar pasukan Romawi. Dengan pengikutnya yang tidak seberapa, mereka berhasil lolos dari kepungan. Mereka berhasil keluar dari kota, dan malam itu mereka beristirahat melepas lelah. Peter, nama orang tua itu, bersiap untuk beristirahat. Tiba-tiba dia ‘melihat’ Yesus berjalan melintasinya.

Gus Nadir: Iman dan Islam dalam Relasi sosial

“...dan berbuat baiklah kepada tetangga, maka kamu akan menjadi Mu’min, dan cintailah untuk manusia seperti apa yang kamu cintai untuk dirimu sendirimu, maka kamu akan menjadi Muslim.” (Musnad Ahmad, Hadis No 7748 dan Sunan at-Tirmidzi, HN 2227)

Gus Nadir: Jangan Mudah Melaknat

Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kalian saling melaknat dengan mengucapkan, ‘Allah melaknat kamu atau Kamu mendapatkan murka Allah atau semoga Allah memasukkanmu ke dalam neraka.’" (Sunan at-Tirmidzi, HN 1899)

Gus Nadir: Tidak Ada Ciri Warna dalam Islam

“Islam itu hitam,” begitu kata pengamat asing. Tapi bukankah lelaki bergamis putih? Bersurban putih-merah ala raja Salman atau putih-hitam ala Yaser Arafat. Jadi mana yang benar?

Gus Nadir: Berhentilah Menilai Orang Lain dengan Standar Diri Kita

Begitulah jika ada orang yang menjadikan diri mereka sebagai standar kebenaran. Kebenaran itu didefinisikan hanya seputar diri mereka. Di luar diri mereka, apa yang orang lain lakukan akan dianggap salah, sesat atau minimal Anda dianggap berbohong

Gus Nadir: Tiga Kata Ini Menihilkan Ketegangan Relasi dengan Orang Lain

Dalam pergaulan, ada beberapa kata kunci yang bisa mencairkan ketegangan relasi antar kawan. Dan kata-kata ini merupakan warisan pendidikan orang-orang tua kita dulu untuk mengedepankan sikap respek dalam pergaulan

Gus Nadir: Perpindahan Itu adalah Upaya Mencari dan Menjelajahi Hikmah

Manusia itu tidak selalu berjalan lurus, baik langkah fisiknya, pikirannya maupun kalbunya. Ada yang mempengaruhinya untuk pindah atau bergeser dari satu tempat ke tempat lain, dari satu pikiran ke pikiran lain, dari satu hati ke hati lain, dari satu keyakinan ke keyakinan lain

Gus Nadir: Balaslah Hinaan Itu dengan Doa yang Baik

Kemuliaan itu ada pada karakter seseorang, bukan pada perkataan atau penilaian orang lain (terhadapnya)

Gus Nadir: Bagi Anda Gus Dur Itu Seorang Kiai, Seorang Budayawan atau Seorang Politisi?

Buat banyak orang, Gus Dur ini manusia paling aneh dalam sejarah pesantren. Tapi keanehan itu bukan cuma dimiliki Gus Dur sendirian

Gus Nadir: Muktamar NU Bukan Pilpres

Keputusan Munas NU untuk melaksanakan Muktamar pada bulan Desember 2021 membuat suasana menjadi hangat. Muncul nama-nama kandidat yang bertebaran di publik. Bagaimana kita sebaiknya menyikapinya?

Gus Nadir: Tujuh Poin untuk NU Menjadi Bagian dari Masyarakat Dunia

Sejak awal, lambang Nahdhatul Ulama (NU) berisikan bola dunia, di mana wawasan para kiai tidak hanya bersifat lokal, tapi juga global

Gus Nadir: Menjaga Marwah Kiai Sepuh

Santri sowan kepada Kiai Sepuh itu hal biasa dan wajar saja. Memandang wajah para Masyayikh memang melegakan hati, persis seperti sabda Nabi

Gus Nadir: AHWA dan Paket Dukungan Muktamar

Salah satu alasan kenapa pemilihan Rais Am Syuriah PBNU ditetapkan melalui mekanisme AHWA (Ahlul Halli wal Aqdi) adalah demi menjaga marwah Kiai Sepuh