DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Prof. Dr. KH. Fuad Hasyim lahir pada tanggal 26 Juni 1941 di Buntet Pesantren Desa Mertapada Kulon Kec. Astanajapura Kab. Cirebon. Beliau merupakan putra dari pasangan Nyai. Hj. Karimah dan KH. Hasyim Manshur.
KH. Abdus Syukur bin Badrun adalah seorang yang alim, fakih, wara’, dan zuhud yang mempunyai sebutan di tempat tinggalnya Abu Muhammad Madani atau Abah Dani. Beliau adalah seorang pimpinan pondok pesantren Darussalam Martapura yang merupakan sebuah pesantren yang tersohor di Kalimantan Selatan yang banyak mencetak ulama dan cendekia muslim yang ternama
Biografi Nyai Hj. Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, Putri Sulung Gus Dur
KH. Ahsin Syifa Aqil Siroj, kerap disapa Kang Ahsin adalah seorang tokoh yang mungkin sangat asing didengar oleh kalangan masyarakat luas namun beliau selalu memberikan kontribusi besar dalam kemajuan pesantren Kempek. Beliau lahir dari kalangan pesantren, serta lahir asli dari keluarga besar Pesantren Kempek.
KH. Muhammadun adalah ulama NU kharismatik dan pendiri pesantren pondowan Pati
AGH. Abdul Muin Yusuf Beliau dilahirkan di Rappang, Sidrap, pada tanggal 21 Mei 1920 dari pasangan Muhammad Yusuf dari Bulu Patila Sengkang dan Sitti Khadijah dari Rappang Sidrap. Beliau merupakan anak ketiga dari 10 bersaudara.
Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. lahir pada 23 Juni 1959, di Ujung Bone, Sulawesi Selatan. Beliau merupakan putra dari pasangan Andi Muhammad Umar dengan Andi Bunga Tungke.
KH. Sholeh Iskandar lahir di Bogor pada tanggal 22 juni 1922 dari pasangan H. Muhammad Arif Marsa dan Hj. Atun Halimah yang menetap di Kampung Gunung Handeuleum, Desa Situ Udik Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
Habib Umar adalah salah seorang keturunan Alawiyah yang lahir pada tanggal 12 Rabiul Awwal 1298 H. bertepatan dengan tanggal 22 Juni 1888 M. di Arjawinangun Cirebon (± 25 KM ke arah Barat Laut kota Cirebon).
KH. Abdul Djalil Mustaqim putra dari KH. Mustaqim Husain yang juga seorang mursyid dan seorang pejuang kemerdekaan