Hikmah Zulhijjah #2: Raihlah Kebaikan pada 10 Hari Pertama Zulhijah

Hikmah Zulhijjah #2: Raihlah Kebaikan pada 10 Hari Pertama Zulhijah

LADUNI.ID I KOLOM- Para ulama salafussaleh pada zaman dulu berlomba dalam menjemput dan merebut kelebihan yang terdapat pada 10 hari pertama bulan Zulhijah dengan menghidupkan siang dan malam mereka dengan amalan-amalan kebaikan dan ibadah-ibadah sunah. Juga siangnya mereka berpuasa sunah (kecuali pada 10 Zulhijah karana ia adalah Idul Adha – haram berpuasa).

Bukan hanya itu saja, seolah mereka masih merasa belum tercukupi dengan apa yang telah mereka kerjakan, malamnya pula mereka melakukan salat malam. Mereka benar-benar mengisi 10 hari awal Zulhijah dengan amalan-amalan saleh demi mendapat ridha dari Allah SWT.

Kita harus giat berusaha meraih bulan ini dengankegiatan positif bernilai ibadah. Disamping itu juga dianjurkan untuk memperbanyakkan amalan kebaikan dan positif baik sosial masyarakat maupun kerja bakti lainnya juga meningkatkan ibadah sunah sepanjang 10 hari pertama pada bulan Dzulhijah. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang berasal dari Ibnu `Abbas radhiallahu `anhuma bahwa Nabi sallallahu `alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada hari yang amal saleh padanya lebih dikasihi Allah selain dari hari-hari ini iaitu hari yang sepuluh ini (10 hari awal bulan Dzulhijjah).”

Pada 10 hari awal Zulhijah juga digalakkan kita memperbanyakkan tahlil, takbir dan tahmid. Diriwayatkan dari Ibnu `Umar radhiallahu `anhuma bahawa Rasulullah sallAllahu `alaihi wa sallam telah bersabda: “Tidak ada hari yang lebih besar di sisi ALLAH dan lebih dikasihi olehNYA dilakukan amalan pada hari tersebut lebih dari hari-hari yang sepuluh ini (10 hari awal bulan Dzulhijjah). Maka perbanyakkanlah padanya bertahlil, bertakbir dan bertahmid.” (HR Ahmad.  Sanadnya sahih).[]

***Helmi Abu Bakar El-Langkawi, Dewan Guru Dayah MUDI Masjid Raya Samalanga

 

  •