Catatan Kelahiran Keturunan Teungku Chik Awe Geutah #1

Catatan Kelahiran Keturunan Teungku Chik Awe Geutah #1

LADUNI. ID I ULAMA- Salah satunya ulama Aceh yang kesohor pada zaman dulu dan sering masyarakat menyebutnya Teungku Chik Awe Geutah,  lebih lanjut berikut penjelasan ahli sejarah Aceh tentang keturunan beliau yang dirangkum oleh grup Mapesa. Berikut kupasannya:

Beginilah kiranya para pendahulu mencatat hari kelahiran putra-putri mereka pada salah satu halaman salinan kitab (manuskrip) yang mereka miliki. Saya teringat sesuatu yang pernah saya baca tentang Almarhum Syaikhu Masyayikhina Al-Muhaqqiq Al-Kabir Al-‘Allamah Abu Fihr Mahmud Muhammad Syakir (1327-1418 H/1909-1997 M) di mana suatu kali ia pernah menuturkan bahwa ayahnya telah mencatat hari kelahirannya pada halaman depan naskah salinan Al-Futuhat Al-Makkiyah.

Keluarga keturunan Almarhum Syaikh ‘Abdur Rahim Al-Asyi (terkenal juga dengan sebutan Teungku Chik Awe Geutah) yang tinggal di Gampong Awe Geutah, Peusangan, merupakan salah satu rumah ilmu pengetahuan yang sudah terkenal sejak lama di wilayah yang sekarang berada dalam Kabupaten Bireuen. Syaikh ‘Abdur Rahim sendiri pernah berguru kepada seorang ulama besar lagi terkenal di Zabid (Yaman), yakni Asy-Syaikh Al-Qudwah ‘Ali bin Zain Al-Mizjajiy Az-Zabidiy—Rahimahullah. Kecintaan dan penghormatan mendalam Syaikh ‘Abdur Rahim kepada gurunya, Al-Mizjajiy, inilah yang tampaknya telah mendorong ia menamakan putranya, yang kemudian juga menjadi ulama besar Aceh, dengan nama Muhammad Zain (Az-Zain), yakni nama ayah dari gurunya yang juga seorang ulama besar dan murid dari Syaikh Mulla Ibrahim Al-Kurdiy Al-Kuraniy (wafat 1101 H).

Orang yang dicatat tanggal kelahirannya dalam teks salinan berikut ini adalah cucu dari Syaikh Al-Faqih Muhammad Zain dan cicit dari Syaikh Al-‘Allamah ‘Abdur Rahim Al-Asyi.

Gambar lembaran yang memuat catatan kelahiran ini sudah saya rekam sejak Juni 2007 dalam sebuah kunjungan singkat ke Awe Geutah, dan ternyata masih tersimpan dalam berkas dokumen saya sampai sekarang—wa lil-Llahil Hamd. (bersambung )
 

Oleh: Musafir Zaman dikutip dari Group Mapesa Aceh