Amerika Serikat Berencana Mengguyur Venezuela dengan Uang 10 Miliar USD

Amerika Serikat Berencana Mengguyur Venezuela dengan Uang 10 Miliar USD

LADUNI.ID - Venezuela merupakan negara yang bangkrut dan dalam ancaman ekonomi yang sangat buruk. Berbagai macam cara dan upaya yang dilakukan beberapa negara untuk membantu memulihkan perekonomian Venezuela, termasuk salah satunya Amerika, negara yang berseteru dan mendukung kudeta Venezuela ini, memiliki rencana yang cukup gila.

Pemerintah Amerika Serikat bersama dengan sejumlah negara lain berusaha mengumpulkan bantuan dana ratusan triliun rupiah untuk Venezuela.

Sekitar Rp 141 triliun atau sekitar 10 miliar dollar AS yang diharapkan dapat terkumpul untuk Venezuela membangun perdagangan. tapi uang tersebut baru bisa diberikan begitu pemerintahan baru terwujud. Demikian pernyataan Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin pada Sabtu (13/4/2019), seperti dikutip Ndari kantor berita AFP.

Meski Presiden Nicolas Maduro masih berkuasa, AS mengakui pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai presiden sementara negara itu.

"Selama pertemuan musim semi antara Dana Moneter Internasional ( IMF) dan Bank Dunia, para pejabat berkepentingan telah membahas bagaimana membantu pemulihan negara Karibia," kata Mnuchin.

Walaupun demikian, pengakuan internasional yang jelas tentang nasib pemerintahan di Venezuela dan metode penggunaan dana yang tepat untuk menbangun negara yang mengalami keruntuhan ekonomi.

"Setiap kali saya menghadiri pertemuan ini, saya tidak percaya betapa buruknya hal itu bagi rakyat Venezuela. Ini adalah krisis kemanusiaan," kata Mnuchin.

Mnuchin yang menjadi penyelenggara pertemuan dengan negara-negara dari Amerika Latin, Eropa, dan Jepang, di mana para menteri membahas perlunya mendorong ekspor minyak untuk memulihkan perdagangan.

"Kami akan berusaha untuk mencoba mengumpulkan konsorsium sekitar 10 miliar dollar AS untuk keuangan perdagangan yang akan tersedia bagi pemerintah baru untuk memicu perdagangan," ujar Mnuchin.

Dalam beberapa tahun terakhir Venezuela mengalami krisis yang memburuk, dengan sekitar 3,7 juta pengungsi telah melarikan diri dari tempat tinggal mereka.

Sepertiga dari jumlah pengungsi tersebut mencari kehidupan ke negara tetangga, Kolombia, dan disebut sebagai peristiwa eksodus paling dramatis dan tercepat di dunia setelah Suriah.

Sedangkan dari perkiraan PBB, jumlah orang yang melarikan diri dari Venezuela bisa mencapai lima juta pada akhir tahun ini.