Strategi Sosialisasi dan Pengamalan Khittah Nahdliyyah

Strategi Sosialisasi dan Pengamalan Khittah Nahdliyyah

STRATEGI NU DALAM MENYOSIALISASIKAN KHITTAH NAHDLIYYAH

Strategi adalah hal-hal yang direncanakan secara cermat mengenai kegiatan untuk mencapai tujuan khusus. Tujuan tersebut adalah tersampaikannya nilai-nilai yang terkandung dalam Khittah NU kepada warga nahdliyyin. Dengan demikian, warga NU dapat memahami khittah ini. Sesungguhnya sosialisasi Khittah NU adalah identik dengan kaderisasi NU di bidang wawasan ke-NU-an. Oleh sebab itu, dalam rangka sosialisasi, dilakukan berbagai langkah sebagai berikut:

  1. Pemberian wawasan tentang khittah nahdliyyah dalam berbagai kegiatan pengkaderan warga NU. Kegiatan tersebut seperti pada kegiatan-kegiatan IPNU, IPPNU, GP. Anshar, dan lain sebagainya.

  2. Sosialisasi yang bersifat eksternal. Kegiatan ini dilakukan oleh para cendekia NU dengan cara mengadakan sosialisasi kepada berbagai pihak di luar NU.

  1. Sosialisasi dalam bentuk-bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh NU. Sosialisasi ini berupa keteladanan yang ditunjukkan oleh para elit NU dalam berbagai kegiatan yang bersifat insidental atau pun rutin.

  2. Sosialisasi dengan mempraktekkan Khittah Nahdliyyah secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah dilakukannya sosialisasi tersebut, warga NU dapat memahami khittah. Sesudah memahaminya, maka diharapkan warga NU dapat mengamalkannya dengan baik.

MENGAMALKAN KHITTAH NU

Proses perumusan khittah sangat panjang dan melibatkan banyak pihak, mulai dari pihak sepuh (Munas Alim Ulama tahun 1983), pihak muda (Majelis 24 dan Tim Tujuh), sampai kepada yang formal struktural (Muktamar 1984). Dengan demikian, Khittah NU mempunyai kekuatan untuk dijadikan dasar pengamalan. Pengamalan tersebut adalah dalam landasan berfikir, bersikap dan bertindak warga NU dalam kehidupan sehari-hari.

Meskipun demikian, pengamalan di lapangan sampai saat ini perlu terus-menerus dilakukan upaya yang maksimal. Meskipun pengamalannya merupakan perjuangan berat, tetapi warga NU harus tetap berusaha semaksimal mungkin untuk mengamalkannya. Pengamalan dikatakan berat karena tantangan pada saat ini sangat beragam.Tantangantersebutsepertidenganadanyabeberapaancaman keamanan oleh beberapa kelompok teroris yang mengatasnamakan Islam sampai berbagai isu sara yang kerap kali membuat suasana kurang harmonis antarumat. Oleh karena itu, pengamalan khittah NU perlu perjuangan agar warga NU khususnya dapat menjalankan garis- garis besar Khittah NU.

Secara garis besar, Khitthah NU yang harus direalisasikan oleh Nahdliyin, telah terbingkai dalam misi NU itu sendiri, yaitu:

  1. Sebagai Jam’iyyah diniyyah, wadah perjuangan bagi ulama dan pengikutnya.
  2. Sebagai gerakan keagamaan, ikut membangun insan masyarakat yang bertakwa, cerdas, terampil, berakhlak, tentram, adil dan sejahtera.
  3. Sebagai bagian tak terpisahkan dari keseluruhan bangsa dan senantiasa menyatukan diri dengan perjuangan nasional.
  4. Sebagai bagian tak terpisahkan dari umat Islam Indonesia, memegang teguh prinsip ukhuwah, toleransi dan hidup ber- dampingan, baik dengan sesama umat Islam maupun dengan sesama warga negara yang mempunyai keyakinan maupun agama berbeda.
  5. Sebagai organisasi yang mempunyai fungsi pendidikan, NU senantiasa berusaha menciptakan warga Negara yang menyadari hak dan kewajibannya.