Hijau Warna Surga dan Sangat Disukai Rasulullah SAW

Hijau Warna Surga dan Sangat Disukai Rasulullah SAW

LADUNI. ID, AGAMA-KITA saat ini masih diberi umur panjang mengarungi kehidupan di dunia ini yang merupakan tempat kita bercocok tanam sebelum menuju kampung halaman kita kelak di akhirat.  Rumah kita sebenarnya adalah surga sebagaimana bertempatnya Adam dan Hawa sebelumnya.

Salah satu ciri khas surga itu diwakili oleh warna hijau. Keberadaan di balik warna hijau itu mempunyai makna tersendiri nan religius. Hal ini sebagaimana diungkapkan dalam firman-Nya: : “Penduduk Syurga itu ( bersenang-senang) di dalamnya dengan) berbaring di atas (bantal-bantal) dan cadar-cadar yang HIJAU warnanya serta permaidani-permaidani yang sangat indah.” (Surah Ar-Rahman : Ayat 76)

Warna hijau sebagai simbol kedamaian, kesejukan dan makna lainnya yang mampu memberi sugesti tersendiri. Multi warna yang pernah ada didunia ini, lantas Allah menghiasi surga dengan warna tersebut,  tentunya ada rahasia tersembunyi dan hikmahnya. Mereka penghuni surga akan berpakaian dengan warna terindah tersebut. Ini juga sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Insan berbunyi : “Mereka di dalam Syurga memakai pakaian HIJAU yang diperbuat dari sutera halus dan sutera tebal (yang bertekat), serta mereka dihiasi dengan gelang-gelang tangan dari perak dan mereka diberi minum oleh Tuhan mereka dengan sejenis minuman ( yang lain) yang bersih suci.” (Surah Al-Insan : Ayat 21)

Dalam ayat yang lain juga dipertegas dengan bunyinya ” Mereka (Ahli syurga) mengenakan pakaian sutra halus yang HIJAU dan sutra tebal” (Surah Al-Kahf).

Salah seorang mursyid tarekat terbesar di dunia Syaikh Nadzim Haqqani, menyebutkan dalam untaian yang di sanadkan kepada beliau :

Hijau adalah warna kehidupan.
Ini adalah warna yang diturunkan dari langit.
Ini adalah warna Sundus al-Ahdhar, sutra hijau dipakai di surga oleh penduduknya.
Ini adalah warna kesukaan dari penduduk surga.

Ini adalah warna yang paling indah yang ditemukan di surga.
Ini adalah warna yang paling indah dari semua warna.

Ini adalah warna yang dicintai oleh para malaikat.Di mana, bagaimana dan mengapa untuk menggunakan warna hijau?
Kenakan warna hijau.

Sundus al-Ahdhar adalah sutra hijau surga, wanita harus mengenakan syal sutra hijau di kepala mereka. Maulana berkata, “Wahai wanita, mulai saat ini hiasilah diri kalian dengan yang hijau!” Wanita harus mengenakan pakaian hijau gelap (tua), bukan hijau muda. Kita harus mencoba untuk menggunakan setidaknya satu warna pakaian hijau setiap saat. Mungkin dengan menggunakan selendang (syal) hijau di sekitar leher kita atau menggunakan surban hijau atau penutup kapas di kepala kita yang warna hijau. Setidaknya, perempuan dan laki-laki harus ada pin roset hijau di dada mereka.

Warna hijau baik surban atau sejenisnya itu salah satu warna pakaian yang dipakai oleh dalam keseharian walaupun warna lainya seperti putih juga termasuk warna pilihan dalam pandangan syariat Islam.

Annas bin Malik mengatakan, “Warna yang paling disukai oleh Rasulullah saw adalah hijau.” Namun selain itu Rasul juga ternyata menyukai warna putih. Ada juga keterangan bahwa Nabi Muhammad saw pernah memakai pakaian berwarna hitam, merah hati, abu-abu dan warna campuran.

Sahabat Rasulullah juga memakai sorban hijau, “Bagaimanapun, beberapa Sahabat [radhiallaahu anhum] memakai sorban hijau.” (Musannaf ibn Abi Shaybah)

Hijau juga merupakan warna kegemaran Rasulullah SAW. Kubah Masjid Nabawi sendiri berwarna HIJAU. Simbol-simbol keIslaman di seluruh dunia adalah berwarna hijau. Warna HIJAU juga mampu menjadikan pandangan mata nyaman dan damai.

Jelaslah bahawa warna HIJAU adalah warna Syurga, warna yang disukai oleh Allah yang mencipta warna itu sendiri dan indah pula sehingga menghiasi Syurga. Justeru itu, mudah-mudahan ini membuka hati manusia agar beriman dan menyukai apa yang disukai oleh Allah dan Rasul-Nya

Walllahu Muwaffiq Ila Aqwamith Thariq

***Helmi Abu Bakar Ellangkawi, Pemerhati Masalah Keagamaan dan Sosial Masyarakat asal Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga.