Robot Hibrida Pendeteksi Gempa Hadir di Indonesia

Robot Hibrida Pendeteksi Gempa Hadir di Indonesia

LADUNI.ID, Jakarta - Saat ini, gempa telah sering terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Hal ini membuat para anak bangsa  melakukan inovasi terkait fenoma tersebut. Seperti dikatahui baru- baru ini, mahasiswa Teknik Mesik Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya berhasil mengembangkan robot pendeteksi gempa senilai Rp15 juta. Robot ini dikatakan memiliki teknologi hybrid.

Inovasi ini dikembangkan oleh Yosua Kurniawan, Ferdinand Edlim, dan Febrian Andika yang kuliah di Program Studi Teknik Mesin, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

Robot ini sendiri memiliki 4 kaki dan mampu bergerak dengan roda dan berjalan seperti kaki. Robot hybrid ini diklaim mampu beroperasi dalam lingkungan industri maupun lingkungan alam seperti goa, tanah, dan jalan berbatu.

Pembimbing dari Prodi Teknik Mesin Unika Atma JayaChristiand, S.T., M. Eng., menjelaskan bahwa "Produk ini merupakan prototype yang masih akan kami kembangkan. Masih banyak hal yang harus dicoba seperti aplikasi feedback control, image recognition, GPS, serta proses pembuatan produk yang lebih dapat diandalkan." 

Seperti dikutip dalam keterangan resmi, Senin (15/7), BMKG menjelaskan bahwa Indonesia terletak di kawasan Cincin Api Pasifik dan pada titik pertemuan beberapa lempeng tektonik. Sehingga sangat mungkin terjadi gempa bumi di Indonesia.

Namun para mahasiswa ini harus terus mengembangkan robot pendeteksi gempa tersebut agar lebih maksimal ke depannya, karena mereka awalnya hanya mengandalkan teknologi 3D printing dalam pengembangannya.