Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah pada 8-9 Dzulhijjah

Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah pada 8-9 Dzulhijjah

LADUNI.ID, Jakarta - Bulan Dzulhijjah salah satu bulan yang menjadi bulan baik penuh berkah, pahala dan dimuliakan Allah SWT selain bulan Ramadhan, mengenai bulan Dzulhijjah, umat muslim disunahkan untuk melaksanakan puasa Dzluhijjah, menunaikan ibadah Haji dan menyembelih hewan kurban. Puasa sunah bisa dimulai pada hari pertama bulan Dzulhijjah hingga tanggal 9 Dzulhijjah. Sedangkan puasa yang dikatakan paling utama di bulan ini adalah puasa Tarwiyah dan Arafah. Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah.

Orang Islam yang belum mampu melakukan ibadah haji, dianjurkan untuk mengamalkan amalan sunnah lainnya, seperti menyembelih kurban, sedekah sebanyak-banyaknya, shalat dan berpuasa, sebagaimana yang sudah dicontohkan oleh Baginda Rasulullah SAW setiap bulan Dzulhijjah selalu melaksanakan puasa sunnah.
    قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر

Artinya : “Rasulullah SAW berkata: Tak ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini,” (HR. At- Tirmidzi)

Baca juga: Kumpulan Puasa Sunnah di Bulan Dzulhijjah

Para ulama menggunakan hadits ini sebagai dalil anjuran puasa sembilan hari di awal bulan Dzulhijjah. Hal ini tampak dalam judul bab dalam kitab Ibnu Majah yang memberi judul Shiyamul ‘asyr (puasa sepuluh hari). Selain itu, Ibnu Hajar al Asqalani dalam kitabnya Fathul Baari  mengatakan:

    واستدل به على فضل صيام عشر ذي الحجة لاندراج الصوم في العمل

Artinya : “Hadits ini menjadi dalil atas keutamaan puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, karena puasa termasuk amalan saleh.”

Puasa sunnah Arafah hanya diperuntukkan untuk muslim selain jamaah haji, sedangkan bagi yang sedang menunaikan ibadah haji tidak disunnahkan, walaupun kuat melaksanakannya.  Hal ini disebabkan ittiba’ kepada sunnah Nabi.  Pendapat Imam an Nawawi dalam hal ini adalah makruh. Namun, berbeda kasusnya jika para jamaah haji sudah tiba di Arafah pada malam hari, maka tidak dimakruhkan.

Baca juga: Keutamaan Berpuasa 9 Hari di Awal Bulan Dzulhijjah

Puasa rafah ini merupakan ajang untuk berlomba meraih ampunan Allah. Sebagaimana yang sering kita dengar, puasa Arafah bisa menghapus dosa kita selama dua tahun, yaitu dosa yang telah lalu dan yang akan datang. Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Untuk menjalankan ibadah puasa arafah dan Tarwiyah ada beberapa hal yang menjadi perhatian, salah satunya niat yang harus dibaca.

Niat Puasa Tarwiyah atau Tanggal 8 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala

“Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Arafah atau Tanggal 9 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala

Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta’ala.”