Safari Religi dan Berdoa di Makam KH. Idris Jamsaren Solo

Safari Religi dan Berdoa di Makam KH. Idris Jamsaren Solo

Sejarah Singkat

K.H Idris merupakan cucu Ulama besar dari Klaten yaitu Kyai Imam Rozi pendiri pesantren Singo Manjat dari desa Tempursari, Ngawen, Klaten. Kiai Imam Razi adalah putra Kiai Maryani bin Kiai Wirononggo II bin Kiai Wirononggo I bin Kiai Singo Hadiwijoyo bin Kiai Tosari bin Kiai Ya’kub bin Kiai Ageng Kenongo. Ia lahir pada tahun 1801 M. Sejak kecil ia belajar agama dari ayahnya, Kiai Maryani, kemudian berguru kepada Kiai Rifai, yang sekarang makamnya ada di Gathak Rejo, Drono Klaten. Ia juga berguru kepada Kiai Abdul Jalil Kalioso bersama Kiai Mojo, Penasihat Pangeran Diponegoro.

K.H. Idris Jamsari merupakan penerus kepengasuhan Pondok Pesantren tertua di Solo yakni Pondok Jamsaren yang didirikan pada tahun 1750 pada masa Paku Buwono IV. Pengasuh pertama adalah Kyai Jamsari dari Banyumas, setelah beliau wafat kepengurusan Pondok digantikan oleh putranya  Kyai Jamsari II. Karena banyak Kiai yang diburu dan ditangkap oleh Belanda maka Kiai Jamsari II melarikan diri, ada yang mengatakan beliau melarikan diri Kediri tepatnya di desa Jamaren Kecamatan Pesantren.

Kemudian Pesantren Jamaren mengalami kekosongan  sekitar 50 tahun lamanya. Disaat seperti itu munculah K.H. Idris yang berasal dari Klaten menghidupkan kembali situasi Pondok tepatnya pada tahun 1878. Pada masa K.H Idris Pesantren Jamaren mengalami perkembangan yang sangat pesat.
 


Letak Makam
 

Makam KH. Idris Jamsaren Solo berada di komplek pemakaman desa Makamhaji, Kartosura, Solo, pusara makam beliau berada tepat disamping makam K.H. Ahmad Siroj.

 

 

yang Sudah Mengunjungi Safari Religi dan Berdoa di Makam KH. Idris Jamsaren Solo