Kata Perpisahan Menaker Hanif Dhakiri yang Mengharukan

Kata Perpisahan Menaker Hanif Dhakiri yang Mengharukan

LADUNI.ID, Jakarta – Tulisan ini adalah kata perpisahan dari Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri selama menjabat sebagai menteri di Kabinet Kerja I Jokowi-JK Periode 2014-2019. Berikut kata-kata perpisahannya.

***

Terima-Kasih. Awal 1997 saya berangkat ke Jakarta, dipanggil Pak Matori Abdul Djalil, Ketum DPP PKB pertama dan Menteri Pertahanan Kabinet Ibu Megawati Soekarnoputri. Sebagai mahasiswa yang baru lulus kuliah (1996), saya berangkat ke Jakarta naik bis trayek Solo-Jakarta dari Salatiga. Ongkos bis ekonomi waktu itu sekitar Rp. 8000 dan saya tertidur di pintu tangga bus yang penuh penumpang. Bekal saya merantau ke Jakarta adalah tas ransel andalan waktu kuliah dan berisi beberapa potong baju, kaos dan celana jeans.

Di Jakarta, saya tidur di kantor ISIS (Institute for Social Institutions Studies), yayasan sosial politik yang didirikan Pak Matori dan kawan-kawan di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Tidur di atas meja rapat kantor, persis di bawah kipas angin yang dipasang di langit-langit karena Jakarta sangat panas. Berbeda dengan kampung halaman saya, Salatiga, yang dingin karena berada di lembah Gunung Merbabu. Bantal tidur saya istimewa, namanya Yellow Pages, buku telepon sangat tebal, yang dulu pasti dimiliki rata-rata kantor dan bahkan rumah tangga.

Tak menyangka, perjalanan hidup membawa saya yang orang kampung super biasa layaknya kebanyakan orang Indonesia, menjadi pembantu Pak Joko Widodo (Jokowi) dan Pak Jusuf Kalla (JK) sebagai Menteri Kemenaker RI 2014-2019. Tentu ini kehormatan luar biasa buat saya dan keluarga besar di kampung, terutama Abah yang guru SD dan pekerja serabutan, serta Ibu saya yang pernah menjadi TKI di Arab Saudi selama sekitar 6 tahun.

Ada hikmah buat semua orang di sini: tak peduli kita ini siapa, dari mana berasal, apapun keyakinan dan agamanya, selama kita percaya pada kerja keras dan kebaikan, maka kita bisa menjadi apapun yang kita mimpikan. Setidaknya pasti kita bisa bermanfaat untuk orang lain, sekecil apapun. Maha baik Allah dengan segala ketentuan-Nya.

Semua awal pasti ada akhir. Terima kasih tak terhingga kepada Pak Jokowi, Pak JK dan Ketum Umum saya yang luar biasa Muhaimin Iskandar yang telah memberi kepercayaan dan kehormatan pada saya untuk menjadi anggota Kabinet Kerja 2014-2019. Mohon maaf jika ada salah khilaf dan hal yang kurang berkenan. Doa terbaik saya untuk beliau-beliau, semoga selalu sehat, sukses dan senantiasa dalam bimbingan serta lindungan Allah SWT. Jazakumullah ahsanal jaza. Alfaatihah..