DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
"Keringat Nabi Muhammad dicampur minyak wangi jadi yang terharum sedunia." Habib Jindan menceritakan bagaimana para sahabat menampung keringat Nabi Muhammad SAW dan mencampurnya dengan minyak wangi. Hasilnya adalah minyak wangi yang menjadi paling harum sedunia, menunjukkan keistimewaan Nabi dan menginspirasi untuk mengikuti sunnah memakai wangi-wangian, terutama bagi kita manusia biasa.
"Nabi Muhammad benci bau tak sedap, beliau selalu wangi dan pakai minyak wangi." Habib Jindan menjelaskan bahwa Rasulullah SAW sangat tidak menyukai bau yang tidak enak. Meskipun Nabi Muhammad secara alami sudah harum, beliau tetap memakai minyak wangi sebagai sunnah untuk mengajarkan umatnya pentingnya menjaga keharuman.
Ada sebuah kisah yang mengisyaratkan bahwa KH. R. As’ad Syamsul Arifin memang bukanlah ulama sembarangan. Kisah itu terjadi pada saat Kiai Mujib (teman KH. As’ad) diajak KH. As’ad menghadiri delapan acara walimah haji yang berada di luar kota.
Islam mengajarkan bahwa iman bukan hanya urusan hati dan lisan, tetapi juga harus tampak dalam sikap dan manfaat kepada sesama. Dalam ceramahnya, Habib Jindan bin Novel menjelaskan bahwa bahkan tindakan sederhana seperti menyingkirkan gangguan dari jalan termasuk bagian dari iman.
Pernahkah kita sangat mencintai sesuatu, lalu Allah justru meminta kita untuk merelakannya? Qurban hadir bukan sekadar tentang menyembelih hewan atau membagikan daging. Lebih dari itu, qurban adalah pelajaran tentang keikhlasan dan ketakwaan. Tentang bagaimana manusia belajar menempatkan Allah di atas segala-galanya.
Banyak orang merasa menjadi pribadi sholeh itu sulit. Harus banyak ibadah, banyak amal, atau memiliki ilmu tinggi. Padahal, dalam Islam, jalan menuju kebaikan sering kali dimulai dari hal yang sederhana.
Dengan pikiran jernih, seseorang tidak hanya merasa cukup, tetapi juga mampu melihat berkah di mana-mana. Rezeki pun bukan hanya soal harta, melainkan ketenangan, kesehatan, dan kebahagiaan yang mengikuti pikiran yang bening.
Dalam ceramahnya, Gus Baha memberikan sudut pandang yang sederhana namun mendalam tentang cara melawan maksiat, “kesalahan kita adalah menganggap maksiat itu pasti menyenangkan dan taat itu tidak menyenangkan. Untuk melawan kenikmatan maksiat, orang harus terbiasa menikmati taubat, menikmati kebaikan.”
Salah satu penyakit hati yang sering tidak disadari adalah ujub, yaitu merasa bangga terhadap diri sendiri. Dalam ceramahnya, Gus Baha menjelaskan bahwa sebenarnya menghilangkan ujub bukanlah hal yang sulit, selama seseorang memahami hakikat takdir Allah.
Gus Baha menegaskan, inti pembahasan para ulama bukanlah meragukan wahyu, melainkan memahami bahwa Nabi SAW tetap memiliki sisi basyariyah atau kemanusiaan. Hal ini diperkuat oleh banyak hadis sahih yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW pernah lupa dalam urusan tertentu.