DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Pada tahun 1987, Para warga sekitar desa sendang meminta kepada Syaikhina KH. Nashiruddin Qodir untuk mengajar ngaji, lalu beliau menyanggupi dan pada hari Ahad pahing, tanggal 06 Rojab 1498 H / 24 April 1988 M
Pondok Pesantren Wali Songo yang beralamatkan di jalan Wali Songo Desa Sukajadi Kecamatan Bumiratu Nuban Lampung Tengah didirikan oleh Almaghfurlah KH. Imam Syuhadak yang sekaligus sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo yang pertama. Mulai pada bulan September 2009
Tahun 1911 M. merupakan periode perintisan berdirinya Pondok Pesantren Al Hikmah 1 yang dilakukan oleh KH. Kholil bin Mahalli
Pada tahun 1942 saat berakhirnya penjajah Belanda dan awalnya pemerintahan Jepang sebagai penjajah baru di Indonesia
Perintisan Pondok Pesantren An Nur mengalami proses yang sangat panjang yang dimulai pada tahun 1960 M
Nailul Ula merupakan pesantren yang diperuntukkan untuk alumni santri dan mahasiswa. Maksudnya, pesantren yang dihuni oleh lulusan pondok pesantren dari berbagai daerah yang yang sekarang sedang melanjutkan studinya di beberapa perguruan tinggi di Yogjakarta, diantaranya: UGM, AMIKOM, UIN, UII, UNY.
Pesantren Hidayatullah merupakan institusi pendidikan Islam yang didirikan pada tahun 1950 oleh tiga tokoh utama, yaitu KH. M. Hasyim Muchtar El-H, KH. Nashrun Thahir, dan KH. Ahmad Nawawi Marfu'. Sejak didirikan, pesantren ini telah menjadi tempat bagi ribuan santri untuk menimba ilmu agama dan keterampilan.
Brebes, kota ini juga mencetak ulama dan pribadi-pribadi paripuna melalui perjuangan para ulama dengan dakwahnya diantaranya adalah pondok pesantren DARUSSALAM di bawah asuhan As-Syaikh Sholeh Muhammad Basalamah.
Yayasan Pondok Pesantren Asy-Syafi’iyyah adalah lembaga pendidikan Islam nonformal (pondok pesantren tradisional) yang bergerak dalam bidang pendidikan ilmu ke-agama-an. Awalnya, lembaga pendidikan ini memakai sistem klasik/ tradisional (salaf) yang terlaku saat itu.
Pada 1 Januari 1925, KH. A. Djazuli Usman mendirikan sebuah madrasah dan pondok pesantren. Ia memanfaatkan serambi Masjid untuk kegiatan belajar mengajar para santri. Tanpa terasa santri yang belajar dengan KH. A.Djazuli membengkak menjadi 100 orang.