DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Shalawat Fatih adalah salah satu bentuk shalawat yang sangat terkenal dalam tradisi Islam, khususnya di kalangan pengikut tarekat sufi. Shalawat ini diyakini memiliki banyak keutamaan dan manfaat, baik dari segi spiritual maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Fenomena ini seakan mengingatkan kita pada pembahasan klasik mengenai ta‘jīlul khair menyegerakan kebaikan.
Di antara kebiasaan orang-orang sholeh (min da’bis shalihin) ialah, salah satunya meminum susu putih pada malam 1 Muharram.
Shalawat Qomarul Wujud dianjurkan rutin dibaca 10 kali setelah Subuh dan Maghrib. Shalawat ini mempunyai banyak fadhilah, yang di antaranya adalah dapat mempermudah segala urusan dan terkabulnya berbagai macam hajat baik.
Pada tahun 1937 Masehi Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad As-Segaf datang ke Kwitang untuk menghadiri Maulid Akhir Khomis Awwal Ashar yang diselenggarakan di Masjid Kwitang oleh Al-Habib Ali bin Abdurrohman Al-Habsyi.
“Ya Allah, mudahkanlah aku mengunjungi Makkah dan Madinah, dan masjid yang diberkahi dengan haq kalimat La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallama.”
Jangan pernah berputus asa. Rahmat Allah jauh lebih luas dari dosa-dosa kita. Bahkan ketika kita tahu bahwa yang kita lakukan adalah salah, tapi belum mampu meninggalkannya, masih ada harapan. Masih ada jalan kembali.
Selain karena merupakan perintah Allah SWT agar kita bershalawat, membaca shalawat juga diungkapkan untuk menyatakan cinta dan rindu kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Puncaknya, adalah mendapat ridho Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Disebutkan bahwa Guru Zaini Sekumpul pernah memberikan ijazah berupa amalan sederhana namun penuh keberkahan bagi siapa saja yang ingin menjalankan puasa tanpa merasa kehausan.
Allah menganugerahkan amalan shalawat Nabi SAW untuk umat Muslim sebagai wasilah yang agung untuk semua hajat, bukan hanya soal urusan dunia namun juga syafaat, mulai dari sakaratul maut, di alam kubur, juga kelak saat di Hari Kiamat.