DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Termasuk amalan Malam Nishfu Sya’ban yang sudah dilakukan sejak dulu oleh para ulama adalah membaca Surat Yasin tiga kali selepas melaksanakan shalat Maghrib.
Dalam Kitab Kanzun Najah was Surur dijelaskan, bahwa salah satu amalan di Malam Nishfu Sya'ban agar mendapatkan anugerah Allah SWT berupa keamanan dan keselamatan diri adalah dengan membaca kalimat doa Nabi Yunus sebanyak 2375 kali.
Di malam Nishfu Sya’ban sebagaimana tradisi ulama terdahulu, kita dianjurkan untuk membaca Surat Yasin tiga kali. Bacaan yang pertama diniati agar diberi panjang umur dalam ketaatan. Bacaan yang kedua diniati agar dilapangkan rezeki. Dan bacaan yang ketiga diniati agar ditetapkannya iman.
Dalam hal persalinan, Syaikh Ibrahim Al-Bajuri dalam kitab Hasyiyah Al-Bajuri mengatakan bahwa anak yang baru lahir disunnahkan untuk dibacakan adzan pada telinga bagian kanan dan iqamah pada telinga kiri.
Menurut Ulama sepuh kharismatik NU, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyyah Al-Misbar, Mojokerto, Mbah Kyai Husein Ilyas, cara mengusir makhluk halus di dalam rumah yang terasa angker itu tidak bisa sembarangan.
Secara umum membaca semua Surat Al-Qur’an sangat dianjurkan. Tradisi membaca Surat Yasin atau surat tertentu lainnya dari Al-Qur’an itu bukan menegasikan satu sama lain.
Kyai Djamal menegaskan sebagaiman dikatakan oleh Mbah Wahab, bahwa wirid “Huwal Habib” tersebut sangat ampuh. Dalam arti dapat berguna untuk membantu tercapainya suatu hajat.
Habib Umar bin Hafidz, seorang ulama besar abad ini, pernah memberikan sebuah amalan dzikir yang bisa diamalkan untuk memudahkan kita dalam mendapat kebahagiaan akhirat beserta kemudahahan segala urusan di dunia, termasuk dilancarkan rezekinya.
Salah satu shalawat yang sangat populer diamalkan oleh umat Islam, khususnya di Indonesia adalah Shalawat Asyghil. Biasanya ada yang menyebutnya juga dengan istilah Shalawat “Mlipir”.
Tulisan ini akan membahas dan mengupas keistimewaan Asmaul Husna kesembilan yang disebut “Al-Jabbaru”. Nama yang ini bermakna bahwa Allah SWT merupakan Dzat Yang Maha Gagah Perkasa dan Dialah yang Maha Berkehendak dan Maha Kuat memaksakan kehendaknya kepada siapapun.