DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Kemuliaan itu ada pada karakter seseorang, bukan pada perkataan atau penilaian orang lain terhadapnya. Karena itu, Islam tidak menggunakan parameter status sosial untuk mengukur kemuliaan seseorang, baik pada jabatan, kekayaan maupun nasabnya.
Luapan syukur kita adalah dengan memanfaatkan semua nikmat ini demi kebaikan dan penghambaan. Bukan justru menjadikannya sebagai alat dan media untuk bermaksiat, pamer, berbangga diri dan menyombongkan diri kepada orang lain yang kurang beruntung.
Memberi makan adalah salah satu bentuk kepedulian sosial. Dalam bahasa yang lebih umum, Nabi menekankan kepada perangai yang saling menolong untuk kesejahteraan masyarakat.
Berbuat salah pasti pernah dilakukan siapapun, tetapi demikian juga sebaliknya, setiap orang juga pasti pernah berbuat baik, mungkin hanya dengan kadar yang berbeda. Dan mengingat kebaikan orang adalah salah satu cara untuk senantiasa memunculkan kebaikan-kebaikan lainnya.
Nabi Muhammad SAW memang pernah melakukan peperangan, mengangkat senjata dan menjadi panglima perang. Namun pihak yang diperangi oleh nabi bukanlah setiap orang yang berbeda agama.
Bersyukur dalam konteks kepada orang tua terwujud dalam bakti kita kepada mereka. Bersyukur kepada mereka juga merupakan bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT. Dalam arti, hakikat kita bersyukur kepada orang tua adalah juga bersyukur kepada Allah SWT.
Mungkin tidak semua pemimpin dapat persis seperti Nabi Muhammad SAW, tetapi setidaknya ada komitmen yang dibangun untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai seorang pemimpin dengan sebaik-baiknya dengan meneladani karakter nabi.
Kalau kita senang hidup kita mudah, dihargai orang lain, dan dibantu sesama, maka lakukanlah hal yang sama kepada orang lain. Sebagaimana kita ingin diperlakukan dengan baik, maka kita berprilaku pula yang baik.
Manusia adalah makhluk Tuhan yang mempunyai perangai berbeda-beda. Tetapi bagaimanapun manusia adalah makhluk Tuhan yang diberi keistimewaan akal, agar dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah.
Klaim baik dan buruk terhadap sesuatu terjadi secara dzatiyah. Untuk mengklaim bahwa mencuri itu buruk tidak perlu menunggu wahyu turun. Secara dzatiyah, mencuri memang buruk dan akal mengetahuinya.