DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena percaya kepada Allah dan hanya mengharapkan (ridho) Allah SWT, maka akan diampuni semua dosa yang telah dilakukannya.”(HR. Bukhari)
Menahan diri dari makan, minum dan bersenggama, mulai terbit fajar sampai terbenam matahari (Maghrib), karena mengharap keridhaan Allah dan menyiapkan diri untuk bertaqwa kepada Allah dengan jalan muraqabah (merasaselalu diperhatikan Allah) disertai mendidik kehendak dan keinginan”. (Rasyid Ridha, al-Manar, 1373 hal. 143).
Umat Nabi Muhammad SAW, meskipun hanya diwajibkan shalat lima waktu, tetap banyak yang bersemangat dalam beribadah, bahkan ada yang melebihi jumlah 50 kali dalam sehari. Bahkan Gus Baha menyebutkan bahwa orang Muslim biasa pun juga banyak yang bisa melaksanakan shalat sebanyak itu.
Pesan K.H. Zainuddin MZ tentang pentingnya menjaga kualitas puasa tetap relevan hingga kini. Beliau mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum untuk membersihkan diri secara total, lahir dan batin.
Ustadzah Halimah menjelaskan konsep kepemilikan waktu. Dari dua belas bulan dalam setahun, Allah meminta satu bulan khusus untuk diri-Nya.
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
“Tarawih itu sunnah. Sementara mencari nafkah itu wajib. Menghindari diri dari kemiskinan secara ekonomi supaya tidak menjadi beban orang lain, itu adalah hal yang paling utama," sambung Gus Baha.
Bagi mereka yang menyambutnya dengan iman, harap, dan kesungguhan, Ramadhan bukan hanya bulan ibadah, melainkan gerbang menuju ampunan, pembebasan, dan kedekatan dengan Allah.
Bulan Ramadhan adalah musim rahmat Ilahi yang menghadirkan ampunan, penghapusan dosa, keridhoan, dan penerimaan amal. Artinya, momentum ini lebih dari sekadar ritual tahunan.