Berperang Meninggikan Agama Allah

  1. Hadis:

    مَنْ قَاتَلَ لِتَكُوْنَ كَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِي سَبِيْلِ اللَّهِ

    Artinya:
    "Barang siapa berperang dengan maksud agar kalimat (agama) Allah tinggi (jaya) maka Dia berada pada jalan Allah (sabilillah)."

    Asbabul Wurud:
    Abu Musa al-Asy'ary meriwayatkan: "ditanyakan orang kepada Rasulullah SAW mengenai laki-laki yang berperang karena kesombongan (hamiyah) dan ingin dilihat/dipuji (riya') apakah hal itu juga berarti berperang dijalan Allah, Beliau menjawab dengan sabdanya: Barang siapa berperang dengan maksud ? dan seterusnya."

    Periwayat:
    Imam Ahmad dan enam orang perawi Hadis Dari Abu Musa al-Asy'ary R.A


    "Kalimat Allah"adalah kalimat tauhid yaitu ajakan memeluk (melaksanakan) agama Islam. Kata "Ulya"tinggi adalah bentuk ta'nis (feminim) Dari "a'laa"(maskulin) yang berarti tinggi yaitu di jalan Allah. Maka dipahami Dari maksud Hadis di atas bahwa seseorang yang berperang karena tujuan dunia atau ingin memperoleh rampasan perang (ghanimah) atau untuk menunjukkan dirinya, misalnya keberanian atau keperkasaan dirinya atau hartanya (yang banyak) maka tidaklah ia berada pada jalan Allah (Sabilillah) dan tidaklah terseDia pahala baginya (di sisi Allah).