DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Ketika malam Nishfu Sya'ban telah dilalui, bulan Sya'ban tetapi merupakan bulan yang istimewa. Karenanya, tetap dianjurkan untuk senantiasa melakukan berbagai amal kebaikan di dalamnya.
Pagi hari kerap diibaratkan sebagai fase muda dalam perjalanan hidup, penuh tenaga, segar, dan menyimpan peluang besar untuk produktif. Sementara sore hari digambarkan seperti masa tua, waktu mulai melambat dan energi tak lagi sekuat sebelumnya. Dari perumpamaan ini, terselip pesan penting, kebiasaan yang ditanam sejak “pagi” kehidupan akan terbawa hingga “sore” kehidupan.
Turunnya hujan bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga tanda turunnya rahmat Allah. Karena itu, Nabi Muhammad SAW menganjurkan kita untuk berdoa agar hujan yang turun membawa keberkahan.
Salah satu doa yang secara khusus dianjurkan untuk dibaca pada malam 27 Rajab disebutkan oleh Syaikh Muhammad Amin Al-Kurdi Al-Irbili As-Syafi‘i An-Naqsyabandi dalam kitabnya, Dho’us Siraj fi Fadhli Rajab wa Qisshatil-Mi‘raj.
Doa ini mengandung harapan dan persiapan spiritual untuk menyambut Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Rajab dan Sya’ban adalah bulan “pemanasan” sebelum memasuki bulan suci, sehingga meminta keberkahan di dalamnya menjadi bagian dari persiapan diri bagi seorang Muslim.
Di bulan Muharram amal kebaikan akan lebih istimewa untuk dilaksanakan. Karenanya, sangat dianjurkan untuk melakukan pelbagai amal kebaikan pada bulan ini. Khususnya dalam menyambut awal bulan Muharram.
Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Qomariyah atau Hijriyah. Bulan Muharram termasuk dalam kategori Asyhurul Hurum. Pada bulan ini kita dianjurkan untuk memperbanyak amalan-amalan yang baik seperti shalat, puasa, dan membaca do'a pada akhir dan awal tahun Hijriyah.
“Barang siapa membaca ‘Qul Huwallahu Ahad’ (surat Al-Ikhlas) sebanyak seribu kali pada hari Arafah, niscaya akan dikabulkan apa yang dia minta.”
“Duhai Allah, wahai Dzat yang tidak tersibukkan dengan mendengarkan apa pun, wahai Dzat yang tidak pernah keliru memberi kepada banyak peminta, wahai Dzat yang tak pernah bosan mendengarkan keluh-kesah hamba-Nya. Berikan kami sejuknya belas kasih-Mu dan mulianya pengabulan-Mu.”
Hari ‘Asyura merupakan salah satu hari yang mulia dan juga berada di bulan yang dimuliakan. Karena itu, sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan pada hari tersebut. Di antara yang dianjurkan pada Hari Asyura adalah memperbanyak dzikir.