Hewan, Qurban, dan Aqiqah

 

Hukum Air Mani Hewan

Pendapat yang ashoh adalah sucinya mani semua hewan kecuali anjing dan babi serta keturunan dari keduanya, termasuk ulama' yang menshohihkannya adalah syeh abu hamid al bandiniji, ibnu shobag, asy syasyi dan selain mereka.

Hukum Kencing Unta

Bukan kotoran onta tapi kencing onta, memang ada sebagian ulama' yang tidak menajiskannya berangkat dari pemahaman sebuah hadits dimana nabi pernah menyuruh seorang sahabat meminum kencing onta.

Hukum Hewan yang Wajib di Bunuh

Hewan yang diperintahkan untuk dibunuh maka hukumnya haram dimakan misalnya ular, kala jengking, tikus, gagak dan hewan buas yang membahayakan misalnya harimau, serigala dan selain keduanya.

Hukum Membunuh Anjing Menurut Imam Syafi'i

Jika Anjing tersebut membawa doror (Mengigit) atau bahaya dianjurkan dibunuh Terkecuali anjing hitam. Jika anjing tersebut tidak berbahaya meskipun anjing tersebut hitam makan Tidak dianjurkan untuk membunuhnya.

Hukum Lebah Sebagai Contoh

Lebah diciptakan ALLAH SWT dengan banyak memberi manfaat bagi manusia. Di antara manfaatnya adalah madu. Tak hanya itu, perilaku hewan kecil ini harusnya menjadi cerminan akhlak bagi Muslim sejati.

Hukum Membunuh Ular

Bunuhlah ular-ular dan bunuhlah dza ath-thufyatain dan abtar (nama dari dua jenis ular berbisa) karena keduanya membutakan pandangan dan menggugurkan kandungan. (HR. Al Bukhori).

Hukum Ikan Dikonsumsi Secara Utuh

Memakan ikan yang di dalamnya ada kotorannya hukumnya boleh karena kotoran dari ikan kecil hukumi suci, bahkan menurut imam Romliy kotorannya ikan itu suci baik ikan kecil maupun ikan besar.

Hukum Berburu Hewan

Haram hukumnya menyembelih hewan yang tidak halal dimakan, sehingga berburu macan atau gajah untuk diambil kulit / gadingnya juga haram.

Hukum Membunuh Hewan di Dalam Masjid

Dan haram melempar semisal bangkai kutu di dalam masjid, dan membunuhnya di dalam masjid walaupun darahnya sedikit.

Hukum Kelelawar untuk Konsumsi

Ulama Hanafiyah membolehkan memakan kelelawar, sedangkan ulama Malikiyah menyatakan makruh.