Indeks Kitab

Kitab adab al-islam fi al-nizam al-usrah

Karya Sayyid Muhammad Ibnu Alawi Al-Maliki
Anak adalah belahan jiwa, anugerah sekaligus amanah yang dititipkan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya yang akan dimintai pertanggung jawaban di kemudian hari. Peran keluarga dalam perkembangan budi pekerti anak harus diperhatikan, tidak hanya pranatal, lebih selektif lagi sebelum menikah, karena faktor gen secara tidak langsung ikut membentuk karakter anak.

Penelitian ini memiliki 3 tujuan, yaitu
(1) Mengetahui Pemikiran Sayyid Muhammad Ibnu Alawi Al-Maliki,
(2) Mengetahui Latar Belakang Pemikiran Sayyid Alawi al-Maliki,
(3) Menjelaskan implikasinya terhadap peran keluarga dalam perkembangan budi pekerti anak saat ini. Penggunaan penelitian dengan penelitian kepustakaan, dan pendekatan kajian pemikiran karakter. Penggunaan dokumen pribadi sebagai sumber data, dan metode dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data.  Dalam teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam membina akhlak anak dipengaruhi oleh orang tuanya mulai, (1) sejak masa pranikah yang meliputi: nilai-nilai adab terkait menikah, memperhatikan etika memilih calon istri, dan seorang calon suami, sampai dengan
(2) pasca nikah (berkeluarga) yang meliputi: pertama, faktor internal yang menggambarkan adab dalam keluarga antara suami dan istri, adab orang tua kepada anak, baik kepada orang tua dan memperingatkannya tentang kemaksiatan, dan faktor eksternal kedua adalah mengomentari hubungan keluarga dengan eksternal Dan ternyata pemikiran ini memiliki relevansi dengan kehidupan saat ini. Dalam teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis).

Terimakasih telah membaca Kitab Adab al-Islam Fi al-Nizam al-Usrah,  di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua. 
Aamiin ya rabbal 'aalamiin

 

IDENTITAS KITAB

             
               

 

JUDUL                  

:

Kitab adab al-islam fi al-nizam al-usrah (PDF)

 

PENULIS              

:

Sayyid Muhammad Ibnu Alawi Al-Maliki

 

 

PENERJEMAH   

:

-------

     

 

PENERBIT           

:

-------

   

 

TAHUN                

:

----- / -----H

       

 

Tebal                  

:

178 halaman (PDF)

       

 

                         

 

 

Lihat Kitab

Kitab Ma La Ainun Ro'at - Makna Jawa

Karya Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki Al-Hasani.
Sesuai dengan namanya, kitab ini menjelaskan tentang surga dan neraka sebagaimana digambarkan Rasulullah SAW secara detail. Banyak mata yang tidak bisa melihat sehingga kitabnya diberi judul Ma La Ainun Ro'at (Yang Mata Tidak Melihat).

Terimakasih telah membaca Kitab Ma La Ainun Ro'at - Makna Jawa, di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua. 
Aamiin ya rabbal 'aalamiin

 

IDENTITAS KITAB

             
               

 

JUDUL                  

:

Kitab Ma La Ainun Ro'at - Makna Jawa (PDF)

 

PENULIS              

:

Sayyid Muhammad Ibnu Alawi Al-Maliki

 

 

PENERJEMAH   

:

-------

     

 

PENERBIT           

:

-------

   

 

TAHUN                

:

----- / -----H

       

 

Tebal                  

:

52 halaman (PDF)

       

 

                         

 

Lihat Kitab

Kitab Muhammad Al-Insanul Kamil

Karya monumental ulama besar dunia, As-Sayyid Muhammad Alwy Al-Malik Al Hasani atau lebih dikenal Sayyid Muhammad Ibnu Alawi Al-Maliki.
Kitab ini menguraikan panjang lebar dan terperinci tentang keteladanan seorang Rasul di berbagai aspek kehidupan baik dalam bidang pendidikan, religi, bahkan sosial politik.

Sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW menggambarkan sikap dan perilaku yang amat mempesona dan menyejukkan hati. Kebesaran Nabi Saw bukan bersumber pada fanatisme atau kedudukan dan harta maupun kemuliaan silsilah keturunannya, tapi karena kepribadian yang berakhlakul karimah dan luasnya bidang yang berhasil ditanganinya. Sebuah sikap dan kepribadian yang amat utuh dan sempurna.

Rasulullah SAW memberikan garis kebijaksanaan yang amat tegas dan lurus, baik kepada warga muslim dan non muslim. Dalam persoalan pemerintahan misalnya. Kebijakan dan siasat Rasulullah sangat teruji dan piawai. Sebagaimana kali pertama Rasulullah membentuk pemerintahan yang berdaulat. Bagaimana beliau dapat mengkondisikan konflik dan friksi-friksi internal eksternal, dan bagaimana pula roda pemerintahan dapat dikendalikan dan dikembangkan dengan pesat. Sehingga para pakar Barat mengungkapkan dan menganalisis dengan argumentasi ilmiah faktual, tidak ada yang memungkirinya.

Terimakasih telah membaca Kitab Muhammad Al-Insanul Kamil, di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua. 
Aamiin ya rabbal 'aalamiin

 

IDENTITAS KITAB

             
               

 

JUDUL                  

:

Kitab Muhammad Al-Insanul Kamil (PDF)

 

PENULIS              

:

Sayyid Muhammad Ibnu Alawi Al-Maliki

 

 

PENERJEMAH   

:

-------

     

 

PENERBIT           

:

-------

   

 

TAHUN                

:

----- / -----H

       

 

Tebal                  

:

280 halaman (PDF)

       

 

                         

 

Lihat Kitab

Kitab Adab al-Suluk wa al-Tawashul Ila Manazil al-Muluk

Karya Syaikh Abdul Qadir Jailani - Suluk merupakan perjalanan seorang sufi dalam sebuah tarekat untuk menuju pada sebuah tujuan tertentu. Kitab ini menjelaskan tentang tatakrama suluk. Dalam hal ini Seorang murid yang sedang masuk dalam perjalanan / suluk tersebut harus memperhatikan berbagai macam etika dan adab. Tidak terkecuali bagi para pengikut tarekat Qadiriyah (sebuah tarekat yang didirikan oleh Syaikh Abdul Qadir Jailani).

Salah satu kutipan perkataan Syaikh Abdul Qadir Jailani dalam kitab ini, adalah  sebagai berikut:
Makanan Hati dan Bekal Perjalanan (untuk Suluk)
Ada tiga perkara yang harus dimiliki seorang mukmin (khususnya yang akan suluk)

  1. Harus melaksanakan Kewajiban / Perintah (Allah SWT)
  2. Harus menjauhi larangan (Allah SWT)
  3. Menerima / Ridha terhadap ketetapan (Allah SWT)

Selain itu hati Salik (orang yang suluk), harus senantiasa megingat hal tersebut, mewajibkan jiwanya atas ketiga hal tersebut, dan melaksanakan dengan segenap panca indra dan jasmaninya.

Terimakasih telah membaca Kitab Adab al-Suluk wa al-Tawashul Ila Manazil al-Muluk , di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua.  Aamiin ya rabbal 'aalamiin

 

IDENTITAS KITAB

             
               

 

JUDUL                  

:

Kitab Adab al-Suluk wa al-Tawashul Ila Manazil al-Muluk (PDF)

 

PENULIS              

:

Syaikh Abdul Qadir Al Jailani

 

 

PENERJEMAH   

:

-------

     

 

PENERBIT           

:

Dar Sanabil - Damaskus

   

 

TAHUN                

:

----- / -----H

       

 

Tebal                  

:

198 halaman (PDF)

       

 

                         

 

 

 

Lihat Kitab

Kitab  Al-Thariq Ila Allah

Karya Syaikh Abdul Qadir Jailani
Membahas berbagai macam wirid dan bacaan yang hendaknya dibaca oleh seorang murid sufi.
Walaupun tidak jauh berbeda dengan kitab sebelumnya, yakni Kitab Wirid Syaikh Abdul Qadir Jailani,  yang berbeda adalah, dalam kitab ini ada tujuh pembagian jiwa.

  1. Jiwa al-Ammarah
  2. Jiwa al-Lawwamah
  3. Jiwa al-Mulhamah
  4. Jiwa al-Muthmainnah
  5. Jiwa al-Radhiyah
  6. Jiwa al-Mardhiyah
  7. Jiwa al-Kamilah

Ketujuh jiwa tersebut diatas hendaknya dapat dilalui oleh murid, sampai Allah membukakan hatinya. dan inilah yang dimaksud dengan jalan menuju Allah SWT.

Terimakasih telah membaca  Kitab  Al-Thariq Ila Allah,  di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua. 
Aamiin ya rabbal 'aalamiin

 

IDENTITAS KITAB

             
               

 

JUDUL                  

:

Kitab  Al-Thariq Ila Allah (PDF)

 

PENULIS              

:

Syaikh Abdul Qadir Al Jailani

 

 

PENERJEMAH   

:

-------

     

 

PENERBIT           

:

Dar Sanabil - Damaskus

   

 

TAHUN                

:

----- / -----H

       

 

Tebal                  

:

79 halaman (PDF)

       

 

                         

 

 

 

Lihat Kitab

Kitab Al-Fathu al-Rabbani Wa al-Faidhu al-Rahmani

Karya Syaikh Abdul Qadir Al Jailani
Bagi sebagian masyarakat Tarekat Qadiriyah sepertinya sudah tidak asing lagi. Pasalnya, tarekat yang didirikan oleh salah seorang ulam sufi terkenal ini, banyak diikuti khususnya oleh umat muslim Indonesia.

Terlepas dari dinamika perkembangan tarekat Qadiriyah, Syaikh Abdul Qadir Jailani ternyata tidak hanya ulama sufi yang menghabiskan umurnya untuk berdzikir.

Namun juga tergolong ulama poduktif. Salah satu karya besarnya adalah kitab al-Fath al-Rabbani (Keterbukaan Bersifat KeTuhanan). Kitab ini jika diperhatikan dari pembahasannya, sepertinya merupakan kitab wajib khususnya bagi para murid (suluk) dalam tarekat Qadiriyah, dan seluruh masyarakat pada umunya.

Kitab ini ditulis tidak dalam bab seperti kitab pada umumnya, namun disetiap majlis.

Lantaran topik pembahasannya berkenaan dengan akhlak dan etika. Dimulai dari majlis tentang "tidak berpaling dari Allah" dan diakhiri dengan majlis "pembahasan Tauhid" kitab inisangat direkomendasikan bagi para pembaca yang ingin mengenal lebih dekat tentang konsep akhlak menurut Syaikh Abdul Qadir.

Terimakasih telah membaca Kitab Al-Fathu al-Rabbani Wa al-Faidhu al-Rahmani ,  di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua.  Aamiin ya rabbal 'aalamiin

 

IDENTITAS KITAB

             
               

 

JUDUL                  

:

Kitab Al-Fathu al-Rabbani Wa al-Faidhu al-Rahmani   (PDF)

 

PENULIS              

:

Syaikh Abdul Qadir Al Jailani

 

 

PENERJEMAH   

:

-------

     

 

PENERBIT           

:

Dar al-Rayyan li al-Turast

   

 

TAHUN                

:

----- / -----H

       

 

Tebal                  

:

376 halaman (PDF)

       

 

                         

 

Lihat Kitab

Kitab Tafsir Munir Juz 2 (Marah Labid li Kasffi Ma’na Al-Qur’an al-Majid)

Karya Syaikh Nawawi Al Bantani  bernama lengkap Muhammad bin Umar bin Arabi bin Ali Al-Jawi Al-Bantani. Beliau lebih dikenal di kalangan pesantren dengan sebutan Muhammad Nawawi Al-Jawi Al-Bantani atau Syaikh Nawawi al-Bantani. Namanya diambil dari nama seorang penulis textbook dalam mazhab Syafi’i dan dengan mengambil nama tersebut beliau juga menghormati pelopornya. Syaikh Nawawi adalah putra Kyai Umar—seorang pejabat penghulu yang memimpin masjid, sedangkan ibunya bernama Zubaedah—seorang ibu rumah tangga biasa.

Beliau merupakan anak sulung dari tujuh bersaudara, yaitu Ahmad Syihabudin, Tamim, Said, Abdullah, Tsaqilah dan Sariyah. Syaik Nawawi lahir di kampung Tanara, Banten—sekarang masuk dalam kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang—pada tahun 1813 M atau 1230 H. Dari silsilahnya, Syaikh Nawawi merupakan keturunan kesultanan yang ke-12 dari Maulana Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati, Cirebon), yaitu keturunan dari Putra Maulana Hasanuddin (Sultan Banten I) yang bernama Sunyararas (Tajul ‘Arsy). Nasabnya bersambung dengan Nabi Muhammad saw. melalui Imam Ja’far As-Shadiq, Imam Muhammad Al-Baqir, Imam Ali Zain Al-Abidin, Sayyidina Husain, Fatimah Al-Zahra. Nawawi menikah dengan Nyai Nasimah, gadis asal Tanara, Serang dan dikaruniai 3 orang anak bernama Nafisah, Maryam dan Rubi’ah.

Di Indonesia banyak ulama tafsir belasan, bahkan puluhan yang tercatat dalam sejarah. Karya-karya mereka menghiasi Nusantara, sebut saja ‘Abd al-Ra’uf al-Sinkili (1615-1693 M) ulama tafsir abad ke-17 yang menulis tafsir Turjuman al-Mustafid yang merupakan kitab tafsir lengkap 30 juz pertama. Lalu di penghujung abad ke-18, muncul Syaikh Nawawi al-Bantani (1813-1879 M) dengan tafsir Munir atau yang terkenal dengan nama Marah Labid li Kasffi Ma’na Al-Qur’an al-Majid.

Latar Belakang Penulisan Kitab Marah Labid

Marah Labid karya Syaikh Nawawi al-Bantani adalah kitab tafsir nusantara kedua yang ditulis lengkap 30 juz setelah tafsir Turjuman al Mustafid karya Syekh Abdurrauf as-Sinkili (1693). Kitab ini terdiri dari dua jilid. Jilid pertama dari surah Al Fatihah sampai Al Kahfi berjumlah 486 halaman, sedangkan jilid kedua terdiri dari surah Maryam sampai surah An-Nas berjumlah 476 halaman.

Terimakasih telah membaca  Kitab Tafsir Munir Juz 2,  di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua. 
Aamiin ya rabbal 'aalamiin

 

IDENTITAS KITAB

             
               

 

JUDUL                  

:

Kitab Tafsir Munir Juz 2   (PDF)

 

PENULIS              

:

Syaikh Nawawi Al Bantani

 

 

PENERJEMAH   

:

-------

     

 

PENERBIT           

:

-------

   

 

TAHUN                

:

----- / -----H

       

 

Tebal                  

:

476 halaman (PDF)

       

 

                         

 

Lihat Kitab

Kitab Tafsir Munir Juz 1 (Marah Labid li Kasffi Ma’na Al-Qur’an al-Majid)

Karya Syaikh Nawawi Al Bantani
Di Indonesia banyak ulama tafsir belasan, bahkan puluhan yang tercatat dalam sejarah. Karya-karya mereka menghiasi Nusantara, sebut saja ‘Abd al-Ra’uf al-Sinkili (1615-1693 M) ulama tafsir abad ke-17 yang menulis tafsir Turjuman al-Mustafid yang merupakan kitab tafsir lengkap 30 juz pertama. Lalu di penghujung abad ke-18, muncul Syaikh Nawawi al-Bantani (1813-1879 M) dengan tafsir Munir atau yang terkenal dengan nama Marah Labid li Kasffi Ma’na Al-Qur’an al-Majid.

Latar Belakang Penulisan Kitab Marah Labid

Marah Labid karya Syaikh Nawawi al-Bantani adalah kitab tafsir nusantara kedua yang ditulis lengkap 30 juz setelah tafsir Turjuman al Mustafid karya Syekh Abdurrauf as-Sinkili (1693). Kitab ini terdiri dari dua jilid. Jilid pertama dari surah Al Fatihah sampai Al Kahfi berjumlah 486 halaman, sedangkan jilid kedua terdiri dari surah Maryam sampai surah An-Nas berjumlah 476 halaman.

Sebagaimana kebanyakan kitab tafsir pada umumnya, penulisan kitab tafsir ini sesuai urutan surah yang ada di dalam mushaf Al-Qur’an dimulai dari surah al-Fatihah dan diakhiri dengan surah an-Nas. Syaikh Nawawi mulai menulis tafsir Marah labid setelah adanya permintaan dari beberapa koleganya sebagaimana yang beliau sampaikan pada permulaan tafsirnya. Meskipun beliau sempat ragu untuk menulisnya karena takut masuk dalam golongan sabda Nabi :

من قال في القرأن برأيه فأصاب فقد أخطأ

“Barangsiapa berkata tentang Al Qur’an dengan akalnya dan benar, maka ia telah melakukan kesalahan”

Beliau juga mengutip hadits yang lain sebagai berikut,

من قال في القرأن برأيه فليتبوّأ مقعده من النار

“Barangsiapa berkata tentang Al Qur’an dengan akalnya maka bersiaplah dengan tempatnya di neraka”

Setelah melalui perenungan panjang, akhirnya beliau mengabulkan permintaan tersebut karena ingin mengikuti tradisi ulama’ salaf dalam melestarikan ilmu.

Terimakasih telah membaca  Kitab Tafsir Munir Juz 1,  di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua. 
Aamiin ya rabbal 'aalamiin

 

IDENTITAS KITAB

             
               

 

JUDUL                  

:

Kitab Tafsir Munir Juz 1   (PDF)

 

PENULIS              

:

Syaikh Nawawi Al Bantani

 

 

PENERJEMAH   

:

-------

     

 

PENERBIT           

:

-------

   

 

TAHUN                

:

----- / -----H

       

 

Tebal                  

:

486 halaman (PDF)

       

 

                         

 

Lihat Kitab

Sholawat Syaikh Abdul Qodir Al Jaelani

Karya Syaikh Abdul Qodir Al Jailani.
Keutamaan Sholawat  diantaranya,
1.Pertama menjadi hamba yang dicintai Allah dan Nabi Muhammad Saw. Sebab membaca sholawat merupakan perintah Allah SWT.

2.Kedua, akan diberikan ketentraman dalam menjalani hidup ini. Terutama bagi orang yang sudah berumah tangga akan diberikan keberkahan dan menjadi keluarga harmonis.

3.Ketiga, sebagai pembuka pintu rezeki. Keempat, harta benda dan diri kita akan mendapatkan perilindungan dan kecukupan dalam mengarungi hidup ini.

Terimakasih telah membaca Sholawat Syaikh Abdul Qodir Al Jaelani ,  di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua. 
Aamiin ya rabbal 'aalamiin

 

IDENTITAS KITAB

             
               

 

JUDUL                  

:

Sholawat Syaikh Abdul Qodir Al Jaelani (PDF)

 

PENULIS              

:

Syaikh Abdul Qadir Jailani

 

 

PENERJEMAH   

:

-------

     

 

PENERBIT           

:

-------

   

 

TAHUN                

:

----- / -----H

       

 

Tebal                  

:

31 halaman (PDF)

       

 

                         

 

Lihat Kitab

Kitab Diwan Syaikh Abdul Qadir Jailani

Karya Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani.
Diwan  memiliki makna kumpulan tulisan, istilah diwan juga kadang dipakai dibidang organisasi struktural yang berarti lembaga.

Dalam dunia tulis menulis, Diwan juga kerap kali diartikan sebagai kumpulan tulisan dan atau karya sastra. Nah, yang dimaksud dalam tulisan kali ini, mungkin lebih tepatnya menggunakan makna yang terakhir. yaitu kumpulan tulisan sastra Syaikh Abdul Qadir Jailani.

Layaknya kitab diwan yang lain, seperti Kitab Diwan Imam Syafi'i, Kitab ini juga menyuguhkan berbagai macam untaian bait yang berisi pengalaman spritual
Syaikh Abdul Qadir Jailani.

Tidak semua orang dapat memahami hakikat dan makna yang terkandung dalam setiap syairnya, salah satu bait yang menarik perhatian yaitu :

مافي الصبابة منهل مستعذب

الإ وفيه الألذ الأطيب

أو في الوصال مكانة مخصوصة

إلا ومنزلتي أعز وأقرب

 

Tidaklah didalam sebuah sumber mata air yang dinging
kecuali didalamnya terdapat sumber yang paling lezat dan wangi
atau (tidaklah) persambungan terdapat tempat khusus
kecuali kedudukanku lebih mulia dan lebih dekat.

Terimakasih telah membaca Kitab Diwan Syaikh Abdul Qadir Jailani , di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua. 
Aamiin ya rabbal 'aalamiin

 

IDENTITAS KITAB

             
               

 

JUDUL                  

:

Kitab Diwan Syaikh Abdul Qadir Jailani (PDF)

 

PENULIS              

:

Syaikh Abdul Qadir Jailani

 

 

PENERJEMAH   

:

-------

     

 

PENERBIT           

:

-------

   

 

TAHUN                

:

----- / -----H

       

 

Tebal                  

:

321 halaman (PDF)

       

 

                         

 

 

Lihat Kitab