Nikah

 

Penjelasan tentang Syarat dan Urutan Wali Nikah

Wali dalam nikah ialah sebutan untuk pihak lelaki dalam keluarga atau lainnya yang bertugas mengawasi keadaan atau kondisi seorang perempuan, khususnya dalam bab nikah.

Inilah Bacaan Khutbah Nikah Lengkap Beserta Hukum dan Contohnya

Khutbah Nikah berfungsi sebagai pembekalan bagi pasangan yang menikah, khutbah ini juga menjadi penyemangat bagi para hadirin yang masih belum menikah untuk segera menikah.

Bagaimana Hukumnya Menikahi Wanita Hamil Zina?

Sebelum membahas hukum menikah secara spesifik, akan saya sampaikan dulu hal yang tidak kalah pentingnya, yaitu menikahkan wanita hamil zina dengan pasangan zinanya dengan tujuan mengaburkan status anaknya.

Akad Nikah Tanpa Jabat Tangan karena Virus

Dalam pernikahan yang harus dipenuhi selama akad nikah adalah (1) suami (2) istri (3) wali (4) dua orang saksi (5) sighot atau redaksi ijab kabul.

Cara Menciptakan Keluarga yang Sakinah, Mawaddah Wa Rohmah

Kesalahpahaman, ketidaksesuaian, pertentangan dan pergesekan lain sering terjadi pada keluarga muda. Wajar, karena masing-masing berlatar belakang berbeda.

Menikahi Saudara Tiri, Bagaimana Hukumnya?

Yang dimaksud dengan saudara tiri adalah bila ada seoarang duda (sebut saja Paijo) mempunyai anak laki-laki (sebut saja paiman), Menikahi Saudara Tiri, Bagaimana Hukumnya?

Menikah tanpa Wali dan Saksi

Bersetubuh dalam pernikahan tanpa wali dan saksi maka TIDAK dikenakan Had (cambuk atau rajam) seperti yang difatwakan oleh Ar-Ramli Kabir (Ayahnya)

Bolehkah Pasutri Mengulang Hubungan Seks Tanpa Mandi Junub?

Bagi yang ingin mengulangi persenggamaan dengan pasangannya disunnahkan untuk berwudhu di antara dua aktivitas tersebut.

Hukum Berdzikir dan Bershalawat dalam Keadaan Berhubungan Badan

Namun bagaimanakah jika dalam keadaan berhubungan badan, apakah tetap dianjurkan untuk berzikir kepada Allah? Dan Bolehkah Setiap gerakan Jima' / setiap rabaan, atau cumbuan bahkan tusukan (dzakar ke farji) di-iringi dengan sholawat?

Hukum Berhubungan Sex dengan Membayangkan Wajah Orang Lain

Akan tetapi bagaimanakah hal tersebut kalau ditinjau dengan perspektif hukum islam?