DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.

50rb
100rb
Rp

Artikel

 

Wisata Ziarah dan Berdoa di Makam Kyai Ageng Perwito Klaten

makam Kyai Ageng Perwita di desa Ngreden Kecamatan, Wonosari, Klaten

Naskah Tulisan Tangan Syaikh Abdul Shamad Palembang: Kitab “Nashîhah al-Muslimîn wa Tadzkirah al-Mu’

 Berikut ini adalah manuskrip kitab berjudul “Nashîhah al-Muslimîn wa Tadzkirah al-Mu’minîn fî Fadhl al-Jihâd wa Karâmah al-Mujâhidîn” (Nashîhah al-Muslimîn) karangan seorang ulama besar Nusantara asal Kesultanan Palembang yang hidup di abad ke-XVIII, yaitu Syaikh Abdul Shamad al-Falimbani. Manuskrip merupakan koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta.

Ustaz Ma'ruf Khozin : Ayat-ayat Teguran

"Surat Abasa diturunkan kepada Ibnu Ummi Maktum (Sahabat yang buta), Nabi memanggilnya lalu mendekatkan dirinya dan bersabda: "Karena engkaulah, Allah menegurku" (Al-Hafidz Jalaluddin As-Suyuthi, Ad-Durr Al-Mantsur 2/643)

Kajian Kitab Hikam Pasal 31, 'Jangan Menunda Kebaikan dan Ibadah'

Kajian Kitab Hikam Pasal 31, 'Jangan Menunda Kebaikan dan Ibadah'

Kajian Kitab Hikam Pasal 30, 'Ada Takdir Allah dalam Satu Tarikan Nafas'

Kajian Kitab Hikam Pasal 30, 'Ada Takdir Allah dalam Satu Tarikan Nafas'

Debat Dua Kiyai dari Sukabumi: KH. Ahmad Syaubandi yang Puritan vs KH. Ahmad Sanusi yang Tradisional

Berikut ini adalah surat yang ditulis oleh seorang yang bertanda tangan atas nama Ahmad Syaubandi Sukabumi. Surat ini ditulis dalam bahasa Sunda aksara Arab (Pegon) dan dimuat dalam majalah “Tjahja Islam” yang terbit di Garut, bilangan nomor 8, Bulan Februari 1931 (Puasa/ Ramadhan 1349 Hijri), tahun ke-II.

Musisi Mengaji: Riba Apakah Haram dan Harus Ditinggalkan?

Riba merupakan persoalan yang seringkali menjadi bahan perbincangan muslim kota belakangan ini. Sebagian menganggap bahwa produk ekonomi modern tidak terlepas dari riba

Ungkapan Habib Jindan tentang Kakeknya yang Berguru pada Mbah Hasyim Asy’ari

“Kakek-kakek saya dulu berguru pada Pendiri NU, Hadratussyeikh Hasyim Asy’ari," ungkap Habib Jindan.