DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Guru Mughni adalah salah satu dari enam guru ulama Betawi di abad ke-19 hingga abad ke-20. Beliau memiliki nama lengkap Abdul Mughni bin Sanusi bin Ayyub bin Qays. Guru Mughni dikenal dermawan dan bersahaja, beliau rela hartanya untuk disumbangkan dalam perjuangan bangsa.
Pesantren Qotrun Nada beralamatkan di Jalan Qotrun Nada No. 1, Cipayung Jaya, Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat ini dibangun sejak tahun 1996 silam.
Ketika Rasulullah SAW dan para pengikutnya menghadapi berbagai siksaan dan intimidasi, datang utusan pertama dari luar Makkah menemui Rasulullah SAW untuk mempelajari Islam. Mereka adalah orang Nasrani Abisinia yang jumlahnya lebih dari 30 orang.
Para Muhajirin yang berangkat dalam rombongan pertama, di antaranya adalah Utsman bin Affan beserta istrinya, Ruqayyah binti Rasulullah SAW, Abu Hudzaifah beserta istrinya, Az-Zubair bin Al-Awwam, Mush’ab bin Umair, dan Abdurrahman bin ‘Auf.
Julukan “Al-‘Ashom” yang berarti “Si Tuli” disematkan kepada Syaikh Hatim bukan karena kekurangan fisik, melainkan karena kebesaran jiwanya dalam menghormati orang lain.
Perpustakaan Baghdad, atau yang biasa dikenal dengan nama Baitul Hikmah (rumah kebijaksanaan), adalah salah satu pusat intelektual paling terkemuka yang pernah ada, yang berperan sangat penting dalam zaman keemasan Islam.
Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'ien merupakan salah satu pondok pesantren yang ada di Kota Bengkulu. Pesantren ini terletak di Jl. Rinjani I no. 20, Kelurahan Jembatan Kecil, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu.
Pondok Pesantren Darul Falah Ternate yang dirintis oleh KH. Achmad Dardiri perantau dari Jawa Timur bersama teman-teman perantau Jawa. Pondok pesantren Darul Falah Ternate didirikan oleh Jemaah Sholawat Walisongo pada 14 Oktober 2019. Dan sejak 7 juni 2020 telah aktif dan memiliki beberapa santri.
Dengan kata lain, bahwa agama, semua agama, hakikatnya memang tidak dihadirkan untuk memusuhi orang, tidak untuk perang. Tetapi yang ada dan terjadi adalah orang menggunakan agama, atau mengatasnamakan agama dan atau moralitas.
Dalam kitab Durratun Nashihin karya Syaikh Utsman bin Hasan terdapat satu kisah menarik tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Sayyidah Rabi’ah Al-Adawiyah ketika dilamar oleh ulama besar, Syaikh Hasan Al-Bashri.