DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Walaupun sama-sama pemegang fiqih yang ketat. Mbah Wahab dan Mbah Bisri berbeda strategi penerapannya. Mbah Wahab cenderung bergaris lunak, sementara Kiai Bisri bergaris keras.
KH. Mustahdi Hasbullah diperkirakan lahir pada tahun 1919 di Desa Winong, Cirebon dari pasangan KH. Hasbullah dengan Nyai Hj. Khafsoh. Mengenai hari, tanggal, dan bulan kelahirannya tidak diketahui secara pasti. Perihal tahun kelahiranya yang berdasarkan perkiraan dikarenakan kehilangan data yang persis mengenai hal tersebut.
Musa bin Nushair berpendapat, bahwa menaklukan Konstantinopel harus dengan kesabaran yang tinggi. Sebab, selain bentengnya yang kokoh, medannya juga sulit. Butuh waktu yang cukup panjang dengan menguasai seluruh benteng-benteng menuju Konstantinopel, satu persatu hingga mencapai Benteng utamanya melalui Anatolia.
KH. Kasyful Anwar lahir di Bangil, pada 1944 dari pasangan Tuan Guru Bangil dengan Hj Bintang binti H Abdul Aziz. Saudara-saudara KH. Kasyful Anwar di antaranya KH. Kasyful Anwar, disusul Zarkoni, Abdul Basit, Malihah, dan Khalwani.
Ziarah di Makam KH. Juwaini Nuh, Muasis Pesantren Al-Hidayah Tertek, Kediri
Dari dahulu kala kita sudah sering melihat bendera merah putih dikibarkan saat upacara di sekolah, upacara peringatan kemerdekaan, peringatan hari besar negara, hingga event olahraga. Meski begitu, masih banyak yang belum mengetahui bagaimana sejarah bendera merah putih yang sebenarnya, apa arti dibalik warnanya dan bagaimana kedudukannya.
Pendapat bahwa anak tersebut adalah Ismail didukung oleh berbagai alasan termasuk lokasi peristiwa yang berada di Makkah, di mana Ismail dan ibunya tinggal, serta peran Ismail dalam membangun Ka'bah bersama Ibrahim.
Perangko Indonesia tahun 1978 bernilai 100 Rupiah, bergambar Qubbatus Sakhra' sebagai ikon Masjid Al-Aqsha dan bertuliskan kalimat dukungan untuk Palestina, "Untuk kesejahteraan keluarga para syuhada' dan pejuang kemerdekaan Palestina".
Pondok Pesantren yang di dirikan oleh KH. Juwaini Nuh (almarhum) pada tahun 1947
KH. Muhammad Akyas Buntet beliau adalah putera sesepuh Pesantren Buntet, KH. Abdul Jamil, itu lahir pada tahun 1893. Sejak kecil, dirinya dididik dengan ajaran Islam. Ayahnya mengajarkan dasar-dasar agama, termasuk kemampuan membaca Alquran.