DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
KH. Moch Khozin merupakan ulama yang berasal dari Mojosari, Kabupaten Mojokerto yang memiliki nama lengkap KH. Moch Khozin ibn kyai Khoiruddin ibn Ghazali ibn R. Musthofa (Mbah Jarot), beliau lahir pada tahun ± 1875 M.
Pada suatu waktu yang penuh keajaiban, Nabi Sulaiman AS dan sahabat setianya, Tuan Tubbah Harrari, menjelajahi jalan-jalan menuju Kota Yatsrib, yang dikenal juga sebagai Madinah. Saat mereka tiba di sana, Nabi Sulaiman AS dengan penuh kehangatan memberitahu Tuan Tubbah Harrari tentang sebuah takdir yang menakjubkan.
Meskipun waktu bertemu langsung dengan Rasulullah hanya berlangsung selama empat tahun, Abu Hurairah tidak pernah menyia-nyiakan setiap momen yang diberikan kepadanya. Selama periode empat tahun tersebut, ia dengan setia mendedikasikan dirinya untuk melayani Rasulullah SAW. Meskipun masa itu singkat, kehadiran Abu Hurairah memberikan kontribusi yang tak ternilai bagi Rasulullah dan umat Islam.
Sejarah Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia memang menunjukkan bahwa hubungannya dengan pemerintah tidak selalu berbenturan secara langsung atau konfrontatif.
Salah satu peninggalan bersejarah yang memukau dari kekayaan budaya Islam adalah sebuah Al-Qur'an yang memiliki 1000 halaman, yang merupakan bagian dari warisan gemilang Dinasti Mughal di India.
Syekh Muhammad Suja'i al-Kudani (Mama Gudang) juga aktif dalam berdakwah dan menyebarkan ajaran Islam yang moderat, toleran, dan rahmatan lil alamin beliau sering mengunjungi berbagai daerah seperti Banten Jakarta, Lampung, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku untuk memberikan ceramah pengajian dan bimbingan rohani.
KH. Moch Khozin, beliau adalah ulama besar dan memiliki banyak murid/santri, selain sebagai pengasuh Pesantren Al-Hamdaniyah,Sidoarjo beliau juga pendiri pesantren Al-Khoziny Sidoarjo.
Berikut ini adalah penampakan pedang-pedang yang pernah dipakai oleh Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya untuk berdakwah, jumlah total pedang yang pernah digunakan ada 9 buah
Zaini Ahmad dalam jurnalnya Asbab An-Nuzul Dan Urgensinya Dalam Memahami Makna Al-Qur’an menyatakan bahwa Al-Qur'an, sebagai kitab Ilahi, memiliki peran yang sangat penting dalam ajaran Islam.
KH. Chamzah Ismail, Pesantren Bahauddin Al-Ismailiyah, Sidoarjo