DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
LADUNI.ID, Jakarta - Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad adalah sosok ulama besar yang terus dikenang sepanjang masa.
Di sela-sela agenda Multaqo ini, perwakilan Syuriah Nahdlatul Ulama yang turut hadir diwakili oleh Rois Syuriah, Dr. (HC.) KH. Afifuddin Muhajir dan rombongan menyampaikan undangan kepada Habib Umar dan Syaikh Ali Jumah. Keduanya dikabarkan menyambut baik undangan PBNU untuk berkunjung ke kantor PBNU di Jakarta.
Tradisi masyarakat islam di Indonesia sangat beragam. Kita banyak menjumpai praktek ekspresi dan ritual keislaman dengan berbagai macam. Salah satunya adalah peringatan haul seseorang yang telah wafat.
Pesantren Al Mawaddah Warrahmah Pusat Kolaka, berawal dari refleksi renungan spritual dalam pembinaan Taman Pendidikan Al Qur’an(TPQ) di Masjis Al Mawaddah SMPN 2 Kolaka pada Tahun 1998
Berdirinya pondok pesantren Al Mubaarok ini adalah tahun 1998. Pendiri pondok ini adalah KH. Nur Hidayatulloh yang tidak lain adalah menantu dari KH. Ibrohim.
Pondok Pendidikan Islam Terpadu Darul Ikhsan terletak di Kota Pekalongan. Lebih tepat di Jalan Pangeran Antasari No. 3 Kelurahan Gamer, Kecamatan Pekalongan Timur.
Al-habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad dilahirkan pada malam senin 5 Shafar 1044 H / 1624 M di Subair, di pinggiran kota Tarim, Hadramaut, Yaman. Pada tahun kelahirannya, terjadi beberapa peristiwa, di antaranya adalah wafatnya Habib Husein bin Syekh Abu Bakar bin Salim dan Sayyid Yusuf bin Al-Fasi (Murid Syekh Abu Bakar bin Salim) dan terbunuhnya Sayyid Ba Jabhaban.
Pondok Pesantren Fatihul Ulum terletak di desa Manggisan Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember . Karena pondok ini berada di desa Manggisan , banyak orang menyebut pesantren ini dengan sebutan pesantren Manggisan .
Laduni.id- Tips dari Imam Syafi'i menghadapi orang jahil atau bodoh "Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi."
Di awali oleh seorang santri dari kota Kendal yang sebelumnya menjadi murid Kyai Syukri ketika masih nyantri di Pondok Pesantren Abul Faid Blitar