DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Disaat yang genting seperti ini, solidaritas sosial sangat dibutuhkan. Kekuatan saling membantu, saling peduli, sikap dermawan, dan saling menjaga menjadi satu kekuatan tempur untuk melawan covid-19. Dengan begitu kita juga ikut sedikit membantu menyembuhkan luka Bangsa ini.
Suatu ketika Syekh Mutawalli Sya'rawi pernah berdialog dengan seorang pemuda yang berideologi radikalisme. Lalu beliau membuka dialognya dengan mengajukan pertanyaan kepada pemuda tadi, "Aksi terorisme maupun pengeboman di tempat-tempat maksiat yang berada di kawasan orang Islam. Apakah boleh?" lantas pemuda tadi menjawab, "Tentu saja halal dan boleh dilakukan."
Amal Jariyah yang Tak Terhenti Pahalanya. Kisah Sahabat Nabi Utsman bin Affan ra
Kita mulai dari istri-istri Rasulullah. Secara umum, seorang lelaki muslim diperbolehkan atau diijinkan menikahi wanita muslimah lainnya hingga empat orang, tetapi bukan berarti disunnahkan.
"Yang mengantarkan kita masuk ke surga itu bukan amal perbuatan kita. Kita semua masuk ke dalam surga Nya Allah kelak, itu lantaran mendapat anugerah dari Allah dan mendapat rahmat dari Allah,
Cerita ini saya dengar langsung dari Ndan Kyai M Faizin Gz Plelen Gringsing yang meminpin misi perdamaian ke Tolikara Papua. Berawal dari tawaran Satkornas Banser kepada beberapa satkorcab yang siap diberangkatkan ke Tolikara untuk misi perdamaian terhadap konflik Sara yang berujung pembakaran masjid
Sungguh menggegerkan sekali sebuah statemen dari salah seorang yang dikatakan ahli ilmu. Bagaimana tidak? ucapan yang sangatlah tidak pantas bagi sosok yang menjadi panutan bagi jamaahnya.
Aku masih mengingat penuh, peristiwa masa lalu. Peristiwa itu amat mengesankan dan menjadi catatan krusial dalam hidup. Aku tak bisa melupakannya.
Ungkapan; "jangan takut Corona, tapi takut pada Allah" sering kita dengar. Ungkapan ini menunjukkan betapa gagal pahamnya mereka soal hubungan Tuhan dan alam raya. Bahkan, mereka gagal paham soal iman itu sendiri.
“Dalam novel Pram, saya menemukan kutipan semacam ini, “…..laut tetap kaya tak kan kurang, cuma hati manusia semakin dangkal dan miskin,” kata Gus Dur.