DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
"Meskipun ada banyak kode moral, akan tetapi dasar utamanya adalah cinta. Cintalah yang melahirkan harapan, kesabaran, ketabahan, toleransi dan semua moral baik. Penghormatan, toleransi dan berbuat baik, semua lahir dari cinta".
Mengajak anak memahami kembali jati dirinya sebagai perempuan, misalnya, bukanlah perkara sekali dua kali bicara. Perlu kesabaran yang panjang. Ingatkan dengan lembut bahwa seorang perempuan memiliki anugerah yang tidak dimiliki laki-laki.
Keteladanan menjadi key word atau kata kunci keberhasilan dalam menjalankan peran keluarga. Keteladanan jauh lebih unggul daripada sekedar pemberian pesan secara lisan. Anak cenderung mengidentifikasikan dirinya dengan orang tua, baik pada ibu maupun ayahnya.
Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih Al-Alawy dilahirkan di kota Tarim, Hadramaut, pada hari Selasa 15 Safar tahun 1316 H/1896 M.
Al-Fatihah adalah dialog personal yang dalam antara hamba dan Tuhannya. Ini seolah sebagai peta navigasi untuk jiwa urban yang lelah, pengingat bahwa di balik segala kompleksitas kehidupan modern, ada sebuah kebenaran yang lurus, jelas, dan penuh kasih, menunggu untuk kita ikuti, satu langkah demi satu langkah.
Rasulullah SAW sendiri menunjukkan bagaimana makruf itu bekerja dalam praktik. Beliau bercanda dengan istrinya, menjadi pendengar yang sabar, ikut terlibat dalam kesibukan mereka, bahkan membantu pekerjaan rumah. Beliau menjadikan rumah sebagai ruang aman, bukan tempat penuh tekanan.
Kebiasaan orang tua mencium anaknya bukanlah semata tindakan biologis atau sekadar bagian dari budaya keluarga. Tindakan itu adalah “ibadah rasa” yang diwariskan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya. Setiap kali orang tua mencium atau memeluk anak mereka, saat itu pula terselip doa yang mungkin tidak terucapkan, tetapi terpanjatkan.
KH. Ahmad Subki bin Masyhadi lahir di kota Pekalongan pada tanggal 9 September 1933 M dari rahim ibu Nyai Hj. Mastiah dan bapak KH. Masyhadi.
Kadang wajib suatu kesalahan dibahas di depan publik dengan pertimbangan di atas. Menjaga kebenaran ilmu jauh lebih perlu diutamakan daripada menjaga nama seseorang di depan umum.
“Dunia adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah.” (HR. Muslim)