DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Pondok Pesantren Bali Bina Insani yang berlokasi di Jln. Raya Timpang, desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali, ini berdiri tanggal 27 Oktober 1991
KH. Mohammad Nizam As-Shofa atau kerap disapa dengan Gus Nizam tinggal di Dusun Jarakan RT.03 RW.01 Simoketawang, Wonoayu, Sidoarjo. Pengasuh Pondok Pesantren Ahlus Shafa Wal Wafa Sidoarjo.
KH. Ahmad Baidlowie Syamsuri, Lc. H Ulama Nahdlatul Ulama Grobogan
Tanggal 15 Januari 1981, saat pelaksanaan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertepatan dengan acara masuk rumah baru
Santri hari ini tidak bisa lagi dikesankan sekadar penjaga surau semata, tetapi pengawal nurani bangsa, bahkan warga dunia yang seolah hari-hari ini sedang kehilangan arah.
Para santri tidak membenarkan perang dan kekerasan sebagai jalan keberagamaan. Apalagi sampai memaksa kelompok lain agar menerima syariat sebagai undang-undang negara. Sebagaimana penyempitan makna jihad, yang sering diartikan oleh sebagian kelompok Islam.
Lima kesadaran santri itu adalah: (1) Kesadaran beragama, (2) Kesadaran berilmu, (3) Kesadaran berorganisasi, (4) Kesadaran bermasyarakat, dan (5) Kesadaran berbangsa dan bernegara.
Perayaan Hari Santri tidak boleh hanya dimaknai secara lahiriah saja. Tidak cukup kalau para santri hanya beramai-ramai melakukan berbagai jenis perayaan (seremonial) saja dan melupakan substansi kesantriannya begitu saja.
Sejarah ini tidak boleh dikaburkan. Harus selalu disampaikan kepada para generasi penerus bangsa. Sebab bangsa yang besara adalah bangsa yang tidak pernah melupakan jasa para pahlawannya.