DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.

50rb
100rb
Rp

Artikel

 

Gus Dur: Kebaikan Santri Terlihat Bukan di Pondok, Tapi Saat Jadi Alumni

Tanpa didampingi siapa pun, Gus Dur dan aku bertemu di warung nasi depan kampusku. Pakaian batik dan sarung membungkus tubuhnya, peci yang miring serta kacamata tebalnya melengkapi kediriannya.

Benarkah Cingkrang Simbol ke-Islaman?

Benarkah Cingkrang Simbol ke-Islaman?

Subhanallah, Santriwati Asal Garut Ini Mampu Hafalkan Al-Qur’an Hanya Dalam 1,5 Bulan

Seorang santriwati asal Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut bernama Imelda Fitriana (16) bisa menghafalkan Al-Qur’an 30 juz selama 1,5 bulan. Imelda adalah santriwati Pondok Pesantren Darussalam, Kersamanah, Kabupaten Garut.

Pemkot Surabaya Serius Kembangkan Transportasi Air

Saat ini Dinas Perhubungan Kota Surabaya tengah melakukan survey pada dua jalur sungai yang melintas di Kota Pahlawan ini.

Cerita Mbah Hamid Hasbullah Tidak Mau Makan Daun Waluh

Cerita ini dikisahkan oleh Gus Zakky Hadzik saat bertemu dengan Pak Anis yang tak lain adalah anak dari Hamid Hasbullah Kembang Kuning.

Menziarahi Kiai Yazid, Ahli 9 Bahasa Dunia

Menurut keterangan Mr Kalend, pendiri Basic English Course (BEC) kursusan bahasa Inggris pertama di Kampung Inggris, Kiai Yazid menguasai sembilan bahasa dunia.

Kisah Hatim al-Asham Mondok 33 Tahun Hanya Dapat 8 Ilmu

Hatim al-Asham, seorang wali agung suatu ketika ditanya oleh guru besarnya, Syekh Syaqiq al-Balkhy. “Sejak kapan kau belajar kepadaku di sini?”

Akibat Gadget, Anak Zaskia Mecca Sakit Kepala Parah dan Muntah

Banyak orang yang masih belum sadar tentang dampak buruk gadget bagi anak-anak. Orang tua yang tidak memahami, cenderung membiarkan sang anak larut bermain dengan gadgetnya tanpa ada pengawasan sedikit pun. Padahal, itu sangat berbahaya.

Beragama Ternyata Sesederhana Ini

Adapun yang disebut dengan fiqih sosial itu, ustadz Ahmad Sarwat mengilustrasikan bahwa orang membuang duri dari jalan itu juga disebut dengan beragama.