12 Jan 2020 Β· 4.799 dibaca · Artikel Keagamaan
Foto: Ilustrasi
LADUNI.ID, Sumsel - Bagi kaum pemuja teks seperti Wahabi, salah satu ciri simbol ke-islaman adalah bercelana cingkrang. Siapa yang tidak cingkrang maka belum dianggap Islam atau tidak sempurna ke-islamannya. Siapa yang isbal (tidak cingkrang) maka dianggap sebagai kaum kuffar atau tasyabbuh bil kuffar (menyerupai kaum kafir).
Menurut saya, sangat tidak tepat jika simbol ke-islaman hanya sebatas cingkrang sebab ke-islaman seseorang tidak ada kaitannya dengan celana cingkrang. Ke-islaman seseorang adalah dengan melaksanakan rukun Islam. Ke-imanan seseorang dengan memahami Rukun Iman dengan benar. Tidak cingkrang bukan berarti menyebabkan gagalnya keislaman seseorang.
Kesalahan Wahabi dalam memahami hadits sehingga menelan hadits mentah-mentah akibatnya memuja cingkrang dan asal cap kafir yang tidak cingkrang. Inilah pemahaman dangkal dan semangat menggebu-gebu mendakwahkan Islam namun cekak pengetahuan.
Agar tidak gagal paham, Wahabi perlu memahami hal ini
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+