DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Syekh H. Ali Imran Hasan Ringan-ringan lahir waktu subuh pada tanggal 30 Juni 1926 di Tanjung Aur. Ayahnya bernama Pakiah Hasan Tuanku Bagindo dan ibunya Siti Marin. Jika dirunut silsilah nenek moyang Ali Imran, darah ulama memang sudah dimilikinya.
Syekh Muhammad Dahlan Hasibuan lahir di Hasahatan Jae, Sibuhuan pada tahun 1904 M. Orang tuanya, H. Abdur al-Rahman, seorang saudagar kaya dan sangat terkenal di Kesultanan Barumun.
KH. Tubagus Achmad Chatib ibn Waseh al Bantani, lahir di Kampung Gayam, Desa dan Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, pada hari Ahad, bulan Mei 1890.
KH. Ahmad Solehan Toyyib, Pendiri Pesantren Hidayatul Mubarok Lampung Tengah. Beliau lahir di Tulung Agung, Jawa Timur, pada tanggal 19 Juni 1951 M
KH. Ahmad Athoillah Bisri, adalah putera pertama dari KH. Bisri Syansuri dan Hj. Chadidjah. KH. Ahmad Athoillah Bisri lahir di Jombang pada 18 Juni 1916 M. bertepatan dengan 17 Sya’ban 1334 H.
Teungku Muhammad Ali Irsyad, Muasis Pesantren (Dayah) Darussa'adah Kab. Pidie, Aceh
Pada tanggal 7 jumadil ula 1361 H. yaitu dua puluh hari sebelum wafatnya, beliau menyuruh hadir seluruh anak-anaknya, kerabat dan keluarga semuanya baik laki-laki maupun perempuan.
KH. Taufiqul Hakim atau yang lebih dikenal dengan Gus Taufiq lahir pada tanggal 14 Juni 1975 di Desa Sidorejo, Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Beliau merupakan putra dari pasangan Bapak Supar dan Hj. Aminah.
KH. Muammar Zainal Asyikin atau yang kerap disapa dengan panggilan KH. Muammar Z.A lahir pada tanggal 14 Juni 1954 di Dusun Pamulihan, Warungpring, Kecamatan Moga, kurang lebih 40 KM selatan ibu kota Kabupaten Pemalang Jawa Tengah.
AGH. Huzaifah, lahir pada tahun 1939 di Desa Awangnipa Awangpone, kedua orang tuanya bernama H. Maruddin dan H. Becce. Nama Huzaifah adalah anugrah pemberian dari AGH. Muhammad As’ad, masa kecilnya beliau biasa dipanggil Setta atau Mustamin.