Penjelasan tentang Imam Shalat yang sedang Junub

 
Penjelasan tentang Imam Shalat yang sedang Junub

Si Junub yang Shalat Karena Lupa Itu, Menjadi Imam

Pertanyaan :

Si junub yang sembahyang karena lupa itu menjadi imam, apakah ia wajib memberitahu pada orang-orang yang turut makmum, sewaktu ia ingat?

Jawab :

Kalau bagi si makmum yang tidak masbuq (ketinggalan rakaat) maka si imam tidak wajib mengingatkan, tetapi bagi makmum yang masbuq, maka si imam wajib memberitahu pada si masbuq, kalau pemberitahuan itu sewaktu si masbuq belum salam atau sesudah salam dalam tempo pendek, maka si masbuq harus menyempurnakan dengan satu rakaat dari sujud sahwi, kalau pemberitahuan itu setelah salam dalam tempo yang lama, maka si masbuq harus sembahyang lagi (i’adah).

Keterangan, dari kitab:

  1. Tanwir al-Qulub [1]

لَوْ تَذَكَّرَ اْلإِمَامُ بَعْدَ صَلاَتِهِ مُحْدِثًا أَوْ ذَا نَجَاسَةٍ خَفِيَّةٍ وَعَلِمَ أَنَّ بَعْضَ الْمَسْبُوْقِيْنَ رَكَعَ مَعَهُ قَبْلَ أَنْ يُتَمِّمَ الْفَاتِحَةَ يَجِبُ عَلَيْهِ أَنْ يُعَلِّمَهُ بِحَالِهِ لِيُعِيْدَ صَلاَتَهُ إِنْ كَانَ قَدْ سَلِمَ وَطَالَ الْفَصْلُ وَإِلاَّ فَسَيَأْتِى بِرَكْعَةٍ وَيَسْجُدُ لِلسَّهْوِ.

Seandainya imam baru ingat setelah shalat bahwa ia berhadats (seperti tidak berwudhu) atau terkena najis dengan najis yang samar, dan imam itu tahu bahwa sebagian makmum masbuq (yang ketinggalan) telah melakukan ruku’ bersamanya sebelum menyempurnakan Fatihahnya, maka ia wajib memberitahu makmum tersebut agar mengulangi kembali shalatnya jika memang sudah selesai dan waktunya tidak lama. Jika belum, maka ia harus melaksanakan satu rakaat lagi dan sujud sahwi.

[1] Muhammad Amin al-Kurdi, Tanwir al-Qulub, (Beirut: Dar al-Fikr, 1414 H/1994 M), h. 166.

 

Sumber: Ahkamul Fuqaha no. 164

KEPUTUSAN MUKTAMAR NAHDLATUL ULAMA KE-10

Di Surakarta Pada Tanggal 10 Muharram 1354 H. / April 1935 M.