Saksi Diminta Bersumpah Supaya Tidak Berdusta

 
Saksi Diminta Bersumpah Supaya Tidak Berdusta

Saksi Diminta Bersumpah Supaya Tidak Berdusta

Pertanyaan :

Apakah boleh minta sumpahnya saksi, supaya tidak berdusta dalam keterangannya?.

Jawab :

Tidak boleh menurut madzhab Syafi’i dan boleh menurut pendapat ulama dari mazhab Hanafi, apabila disangsikan kebenarannya.

Keterangan, dari kitab:

  • Fath al-Wahhab [1]

وَلاَ يُحَلَّفُ قَاضٍ عَلَى تَرْكِهِ ظُلْمًا فِيْ حُكْمِهِ وَلاَ شَهِيْدٌ عَلَى أَنَّهُ لَمْ يَكْذِبْ فِيْ شَهَادَتِهِ  ِلارْتِفَاعِ مَنْصِبِهِمَا عَنْ ذَلِكَ

Hakim tidak boleh disumpah untuk tidak berbuat zhalim dalam ketetapan hukumnya, demikian saksi tidak boleh disumpah dalam kesaksiannya, karena tingginya derajat mereka berdua (yang tidak pantas) disumpah.

  1. Al-Fawaid al-Makkiyyah [2]

وَفِي الدُّرِّ الْمُنْتَقَى عَنْ مُعِيْنِ الْحُكَّامِ لِلْقُضَاةِ تَعَاطِي كَثِيرٍ مِنْ هَذِهِ الْأُمُورِ حَتَّى تَعَاطِي الْحَبْسِ وَالْإِغْلَاطِ عَلَى أَهْلِ الشَّرِّ بِالْقَمْعِ لَهُمْ وَالتَّحْلِيفِ وَالطَّلَاقِ وَغَيْرِهِ وَتَحْلِيفِ الشُّهُودِ إذَا ارْتَابَ مِنْهُمْ ذَكَرَهُ فِي التَّتَارْخَانِيَّةِ وَتَحْلِيفِ الْمُتَّهَمِ لِاعْتِبَارِ حَالِهِ أَوْ الْمُتَّهَمِ بِسَرِقَةٍ يَضُرُّ بِهِ وَيَحْبِسُهُ الْوَالِي وَالْقَاضِي .

Dan dalam al-Dur al-Muntaqa, dari Mu’in al-Hukkam: “Para hakim boleh mengambil beberapa hal dari beberapa tindakan ini, sampai tidakan menahan, menghukum berat penjahat dengan membelenggunya, menyumpah, mentalak dan lain sebagainya, serta menyumpah para saksi jika ia meragukan mereka. Demikian ‘Alim bin ‘Ala menyebutnya dalam al-Tatarkhaniyah. Dan menyumpah orang yang diduga (berbuat kejahatan) karena melihat gerak-geriknya, atau diduga mencuri sehingga pejabat atau hakim dapat memenjarakannya.

[1] Syaikh al-Islam Zakariya al-Anshari, Fath al-Wahhab pada al-Tajrid li Naf’i al-‘Abid, (Mesir: Musthafa al-Halabi, 1369 H/1950 M), Jilid IV, h. 402. [2] Alawi al-Saqqaf, Al-Fawaid al-Makkiyyah, (Mesir: Musthafa al-Halabi, t. th.), Cet. Ke-1, h. 60.

Sumber: Ahkamul Fuqaha no. 197 KEPUTUSAN MUKTAMAR NAHDLATUL ULAMA KE-12 Di Malang Pada Tanggal 12 Rabiul Tsani 1356 H. / 25 Maret 1937 M.