30 Jun 2018 · 5.044 dibaca · Nasional
Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Nahdlatul Ulama, KH. Arifin Junaidi menyesalkan atas kejadian pemecatan guru SDIT Bekasi karena memilih pilihan yang berbeda dari arahannya pengurus sekolahnya dalam pilkada Jawa Barat, hal ini dinilai sebagai politisasi lembaga pendidikan yang harus dihindari para pengelola lembaga.
“Kami selaku pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU menyesalkan kejadian politisasi lembaga pendidikan yang sudah seharusnya dihindari. Kami pun selalu menjaga agar lebih dari 21.000 satuan penyelenggara pendidikan yang bernaung di bawah lembaga kami terjauhkan dan menghindarkan dari tarikan-tarikan politik dalam event pilkada dan sejenisnya,” kata kyai yang akrab dipanggil dengan kyai Arjuna.
“Pada saat ini banyak lembaga pendidikan yang hanya mengedepankan ‘mauidloh hasanah’ (nasihat yang baik) dan seolah melupakan ‘uswatun hasanah’ (teladan yang baik), sehingga secara menyeluruh akan mengurangi nilai kualitas pendidikan tersebut kepada para anak didiknya”, lanjutnya.
Kas
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+