08 Aug 2018 Β· 1.874 dibaca · Islam Nusantara
M Kholid Syairozi
Sekretaris Jenderal PP ISNU
Saat Indonesia dirundung konflik komunal dan JI menemukan ladang jihad, di tubuh JI terjadi dinamika menyusul wafatnya Abdullah Sungkar, Amir JI yang disegani pada 20 Oktober 1999. Meski tidak definitif, tampuk kepemimpinan pindah ke Abu Bakar Ba’asyir sebagai tokoh senior, tetapi figur ini dianggap lemah oleh banyak anggota JI. Dalam Kongres Mujahidin I di Yogyakarta, 5-7 Agustus 2000, sejumlah aktivis dan ormas Islam mengangkat Ba’asyir sebagai Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), sebuah organisasi yang banyak menampung veteran Afghanistan dan napiter eks-aktivis DI/NII. Ba’asyir bersedia menjadi Amir MMI karena merasa bukan Amir JI yang diangkat sesuai PUPJI (Pedoman Umum Perjuangan JI). Meski ada upaya mengangkat Ba’asyir sebagai pengganti Sungkar, JI kehilangan kepemimpinan definitif setelah 1999. Struktur DI bisa dikatakan lumpuh, yang tersisa adalah para kombatan ‘liar’ yang tidak terikat komando. Karena itu, ketika Hanbali dan Imam Samudera meledakkan 25 bom di sejumlah
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+