Bakal Terjadi Lagi di 2018, Puasa Arofah atau Puasa Mina?

 
Bakal Terjadi Lagi di 2018, Puasa Arofah atau Puasa Mina?

Tahun 2014 lalu, hp saya berdering berulang-ulang. Saya lihat beberapa nama Kyai sepuh di Surabaya. Saya angkat setelah mengucapkan salam: "Enggih kyai...". Kyai itu dawuh: "Tolong ust, buat tulisan untuk menjawab di Jawa Pos. Kita yang hari ini puasa Arofah dianggap puasa Mina (karena Jamaah haji sudah berada di Mina). Ini kelewatan".

Saya belum seberapa faham maksud para kyai. Akhirnya saya cari koran Jawa Pos, ternyata maksudnya adalah tulisan seorang Ustadz yang memang sering berbeda pendapat dengan ulama lainnya dalam banyak hal.

Tahun ini (2018) potensi berbeda pada puasa Arofah kita disini sudah mulai terasa sejak ada pengumuman dari Arab Saudi bahwa Wukuf tahun ini adalah Senin pekan depan. Sedangkan puasa Arofah kita pada hari Selasa, saat jamaah haji sudah tidak lagi Wukuf di Arofah, tapi sudah di Mina.

Karena penulisnya lebih sering mengandalkan logika dan teks dalil maka saya ambilkan dari fatwa Ibnu Taimiyah, yang pernah ditanya:

عن أهل مدينة رأى بعضهم هلال ذي الحجة، ولم يثبت عند حاكم المدينة: فهل لهم أن يصوموا اليوم الذي في الظاهر التاسع. وان كان في الباطن العاشر؟

"Penduduk Madinah yang sebagian mereka melihat hilal Dzulhijjah namun belum ditetapkan oleh Hakim di Madinah. Apakah mereka melakukan puasa pada hari ke 9 meskipun sejatinya adalah tanggal 10?"

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN