Belajar Dari Kesabaran Mbah Arwani
Suatu ketika Mbah Arwani dapat undangan dari kota Purwodadi untuk mengisi acara khataman Qur'an. Beliau pun ke Purwodadi dengan memakai sepeda ontel dengan santri kinasihnya bernama Manshur. Di tengah perjalanan turunlah hujan. Kemudian Mbah Arwani dan santrinya istirahat sebentar untuk menunggu hujan berhenti. Tak lama kemudian, hujan sudah reda. Mbah Arwani dan santri melanjutkan perjalanannya.
Berhubung dulu jalannya tidak sebagus seperti sekarang, santrinya pun berbicara dalam hati, “Kok bisa bisanya ya mbah Arwani mau mendatangi undangan sejauh ini, padahal bukan hanya jaraknya yang jauh tapi jalannya juga parah serta becek pula.”
Berhubung mbah Arwani adalah orang yang makrifat, beliau tahu perasaan santrinya. Beliau pun menasehati santrinya. “Sudahlah, Le. Sabar ae."
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp1.124.000
Rp576.000
Rp65.000
Rp42.500
Memuat Komentar ...