16 Aug 2018 · 4.368 dibaca · Hikmah
Suatu ketika Mbah Arwani dapat undangan dari kota Purwodadi untuk mengisi acara khataman Qur'an. Beliau pun ke Purwodadi dengan memakai sepeda ontel dengan santri kinasihnya bernama Manshur. Di tengah perjalanan turunlah hujan. Kemudian Mbah Arwani dan santrinya istirahat sebentar untuk menunggu hujan berhenti. Tak lama kemudian, hujan sudah reda. Mbah Arwani dan santri melanjutkan perjalanannya.
Berhubung dulu jalannya tidak sebagus seperti sekarang, santrinya pun berbicara dalam hati, “Kok bisa bisanya ya mbah Arwani mau mendatangi undangan sejauh ini, padahal bukan hanya jaraknya yang jauh tapi jalannya juga parah serta becek pula.”
Berhubung mbah Arwani adalah orang yang makrifat, beliau tahu perasaan santrinya. Beliau pun menasehati santrinya. “Sudahlah, Le. Sabar ae."
Singkat cerita, mereka sampai di tempat tuan rumah. Biasanya, kalau kita ada tamu dari jauh jauh, tamu kita disuruh untuk istirahat sejenak. Tapi ini tidak, malahan langsung disuruh memulai acara khataman. Santri pun ingin marah lagi namun diredam oleh mb
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+