Ilmu Para Abdal (10): Pendengaran Batin dan Memerangi Setan Menurut Imam al-Qusyairi, Imam al-Ghozal

 
Ilmu Para Abdal (10): Pendengaran Batin dan Memerangi Setan Menurut Imam al-Qusyairi, Imam al-Ghozal

Oleh: Nur Kholik Ridwan

Anggota PP RMINU

Pendengaran batin, seperti telah disebutkan di bagian sebelumnya, yang dimiliki sebagian Abdal, kalau meneliti kembali dari kitab-kitab tasawuf, tampaknya bukan hanya dialami kaum Abdal, tetapi mereka yang berupaya terus menerus membersihkan nafsunya. Hanya saja, kaum Abdal memiliki kekhususan, seperti disebutkan Ibnu Arobi, ditampakkannya musuh setan dari empat arah: belakang, depan, kanan, dan kiri, dan ilmu-ilmu mereka tentang empat arah ini bisa dikuasai.

Dalam kitab-kitab tasawuf, hal-hal seperti ini dibahas dalam ilmu tentang “al-Khowâtir,” yang bila membaca uraian-uraian tentang ini, tampak bahwa hal seperti ini dialami oleh guru-guru sufi yang telah dibukakan hijab pendengaran batin mereka. Salah satu yang bisa dijadikan bahan untuk bisa diambil faedah dalam soal ini adalah, tiga kitab: ar-Risalah al-Qusyairiyah (Imam Abul Qosim al-Qusyairi), Minhajul Abidin (Imam al-Ghozali), dan hikmah yang diberikan Syaikh Abu Hasan asy-Syadzili.

Menuruit Imam Abul Qosim al-Qusyairi

Dalam bagian kitabnya yang berjudul ar-Risâlah al-Qusyairiyah, pada bagian “al-Khowâthir”, imam al-Qusyairi menyatakan demikian:

“al-Khowâtir (bisikan-bisikan yang bisa didengarkan melewati pendengaran batin yang sudah dibuka Alloh), adalah informasi atau inspirasi yang mendatangi hati sanubari. Terkadang kedatangannya melalui malaikat, setan, nafsu, atau langsung dari Alloh.”

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN

 

 

Tags