Ma’rufnomics: Arus Baru Ekonomi Indonesia

 
Ma’rufnomics: Arus Baru Ekonomi Indonesia

LADUNI.ID - Kyai Haji Ma’ruf Amin dikenal luas sebagai ulama dan politisi Indonesia. Beliau adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Rais ‘Aam Syuriah Pengurus besar Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, Kyai Ma’ruf juga diakui sebagai seorang cendekiawan muslim dengan kedalaman dan keluasan ilmu dibidang fiqih dan syariah Islam, khususnya di bidang ekonomi syariah. Maka tak heran bila sejak awal didaulat sebagai calon wakil presiden untuk mendampingi calon petahana presiden Joko Widodo, Kyai Ma’ruf langsung memaparkan gagasannya mengenai strategi pembangunan ekonomi Indonesia ke depan.

Beliau sendiri menamai gagasannya tersebut dengan Arus Baru Ekonomi Indonesia. Suatu gagasan konseptual yang telah dilengkapi pula dengan rekomendasi program, sehingga  untuk selanjutnya secara ringan dapat dilabeli dengan istilah Ma’rufnomics.

Secara garis besar Arus Baru Ekonomi Indonesia atau Ma’rufnomics tersebut, sesuai penjelasan Kyai Ma’ruf sendiri dalam beberapa kesempatan, disandarkan kepada Sila ke-5 Pancasila yang wujudnya adalah ekonomi kerakyatan yang berkeadilan sosial. Titik penekanannya adalah dengan meratakan kesenjangan antara si kaya dengan si miskin, yang kuat dengan yang lemah, antar daerah dan antara produk lokal dengan global. Membangun yang lemah bukan dengan melemahkan yang kuat, apalagi dengan membenturkan yang lemah dengan yang kuat. Membangun yang lemah dengan menguatkan yang lemah melalui kolaborasi kemitraan antara yang kuat dengan yang lemah. Sehingga outputnya adalah kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN