Lahirnya Muhammadiyah di Aceh

 
Lahirnya Muhammadiyah di Aceh

LADUNI.ID, SEJARAH- Sosok ulama Aceh kala itu bernama  Tgk. Abdullah Ujong Rimba, melalui surat kabar tersebut ia tulis pesan-pesannya yang juga ditulis dalam bahasa Arab, di celah-celah di antara lembar-lembar koran tersebut.

Putra kelahiran Pidie itu menekankan bahwa diperlukan suatu pembaharuan pendidikan Muslim, yang dititikberatkan pada kegiatan politik bagi Muslim.  Dia  menggambarkan bagaimana  semangat  kemerdekaan yang terjadi di negeri-negeri Muslim lain, yang hal itu bisa terjadi juga di Aceh.

Ide-ide tersebut didiskusikan oleh para pemimpin Aceh dan dihadiri oleh ulama seperti Tgk. M. Daud Beureueh. Hasil dari pertemuan tersebut, didirikannya sekolah Islam modern di Aceh, yang di sana diajarkan pelajaran sekular seperti juga subjek agama, demikian juga mereka telah menggunakan   sistem   kelas   seperti   sistem   Barat,   meskipun   dalam beberapa hal secara informal setting dayah juga diberlakukan.

 Dengan ini diharapkan sekolah-sekolah akan mampu mendidik rakyat memiliki kekuatan untuk meraih kemerdekaan. Penting  dicatat  bahwa  beberapa  uleebalang  menunjukkan  sikap simpati terhadap penganiayaan yang dilakukan oleh penjajah kepada rakyat jelata, dan oleh sebab itu, mereka terlibat secara aktif dalam pergerakan nasional Indonesia.

Teuku Nyak Arief dan Teuku Muhammad Hasan merupakan dua orang diantara mereka. Teuku Nyak Arief telah menunjukkan rasa simpatik dengan pergerakan nasional Indonesia, meskipun masih sebagai anggota dalam Dewan Rakyat (Dutch Volksraad).

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN