Dampak Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi, Denmark Tunda Ekspor Senjata ke Saudi

 
Dampak Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi, Denmark Tunda Ekspor Senjata ke Saudi

LADUNI.ID, Arab Saudi -  Kasus pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi tidak hanya berdampak pada kekuasaan pewaris tahta Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Enam minggu setelah pembunuhan keji di Konsulat Arab Saudi di Turki itu membuat pengambilan keputusan di Riyadh mulai berubah.

Dilansir dari posbelitung.co dari The Guardian, Inggris memberi tekanan kepada Arab Saudi atas pembunuhan jurnalis asal Arab Saudi itu.

Tidak hanya itu kasus pembunuhan ini berimbas pada hubungan kerjasama Arab Saudi dengan dunia internasional, salah satunya Denmark telah menangguhkan ekspor senjata dan peralatan militer lainnya ke Arab Saudi sebagai tanggapan atas kasus pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi. Denmark juga memprotes peran kerajaan itu dalam konflik Yaman.

"Dengan terus memburuknya situasi yang sudah mengerikan di Yaman dan pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, kami sekarang berada dalam situasi baru," kata Menteri Luar Negeri Denmark, Anders Samuelsen, dalam sebuah pernyataan, Kamis (22/11).

Meski demikian, menurut Kementerian Luar Negeri Denmark peralatan militer yang sudah mendapat persetujuan ekspor, tidak akan ditangguhkan. Denmark diketahui telah mengeluarkan sepuluh persetujuan ekspor senjata di tahun lalu.

Jerman juga telah menunda mengeluarkan lisensi ekspor senjata di masa depan dan tengah mempertimbangkan untuk menghentikan semua penjualan senjata ke Saudi. Sementara Prancis mengatakan akan segera memutuskan sanksi atas kasus pembunuhan Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul bulan lalu.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN