26 Dec 2018 Β· 1.611 dibaca · Kolom
LADUNI.ID, Jakarta - Kabar duka itu datang dari personil Group Band Seventeen, 22 desember malam. Mereka yang tengah menghibur para hadirin dengan konser musik positifnya, tetiba terlalap bencana tsunami yang menerjang setidaknya tiga wilayah di sekitaran pantai Selat Sunda. Kabar yang sudah tercatat, 429 korban meregang nyawa, 16.802 korban lainnya berada dalam pengungsian.
Dari 4 personil Group Band Seventeen yang ada, yang tersisa hanya Riefian Fajarsyah atau kerap disapa Ifan. Ia kehilangan Isteri beserta 3 sahabat tercintanya. Tangis kehilangan menyelimuti hati Ifan, Indonesia turut berduka dan berdoa. Mendoakan yang terbaik untuk para korban bencana.
Namun apa yang terjadi di sosial media?
Para netizen yang kadang tampil sok bijak sok agamis itu, berkomentar miring. Bukannya mendoakan yang terbaik, justru terbalik. Seakan agama hanya menjadi gaya hidup saja. Mereka lupa bahwa ada point penting ajaran dari agama itu sendiri: cinta kasih dan kemanusiaan.
"Musik itu haram. Ini bagian dari adzab bagi orang yang suka berm
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+