01 Dec 2023 · 1.487 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Jika kita meneropong lebih jauh perihal poligami, maka kita dapati bahwa praktik ini telah lahir sebelum agama Islam dilahirkan. Sebelum Nabi Muhammad, nabi-nabi terdahulu telah mempraktikkan hal ini (poligami), misal nabi Daud AS yang memiliki puluhan istri, dan tidak berhenti di situ, hal ini banyak dilakukan oleh generasi setelahnya sampai era nabi Muhammad.
Era sebelum datang Islam, perempuan hanyalah makhluk yang dijadikan pemuas dan pelengkap kebutuhan laki-laki. Hal ini pernah disampaikan oleh Umar bin Khattab ra yang terdapat dalam buku Poligami karya KH. Husein Muhammad:
“Dalam dunia kelam (jahiliyah), kami tidak menganggap perempuan sebagai makhluk yang perlu diperhitungkan. Tetapi, begitu perempuan disebutkan oleh Tuhan, kami baru mengetahui bahwa mereka mempunyai hak-haknya secara otonom.”
Asumsi di atas cukup jelas menggambarkan betapa wanita waktu itu tidaklah diperhitungkan. Budaya partriakhi dan otoriter dalam masyarakat Arab menilai perempuan tidak ada bedanya dengan benda. Mereka (pe
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+